Gilson Costa namanya tak disebut sama sekali dalam pergantian gelandang Persebaya Surabaya oleh Paul Munster. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Kekalahan perdana Persebaya Surabaya di kandang musim ini menjadi momen yang mengejutkan. Bermain di Gelora Bung Tomo, Green Force harus mengakui keunggulan Malut United dengan skor 0-2 pada laga yang digelar Jumat (17/1) sore.
Gol pertama dicetak oleh Jose Brandao pada menit ke-72, sementara gol kedua tercipta lewat gol bunuh diri Ardi Idrus pada menit ke-82. Kekalahan ini membuat Persebaya Surabaya kehilangan tiga poin di depan ribuan Bonek dan Bonita yang hadir mendukung.
Meski kalah, Persebaya Surabaya sebenarnya memiliki banyak peluang sepanjang pertandingan. Total Bruno Moreira dkk mencatatkan 17 tembakan, di mana lima di antaranya tepat mengarah ke gawang.
Dua kali bola menghantam tiang gawang, menambah frustasi tim asuhan Paul Munster. Bahkan, Bruno Moreira sempat mendapatkan peluang emas melalui tendangan penalti yang sayangnya gagal dieksekusi dengan baik.
”Saya rasa pada babak pertama kami bermain bagus, dan babak kedua kami punya peluang. Kami tidak bisa mencetak gol, itu bagian yang paling membuat frustrasi,” ujar Paul Munster dalam konferensi pers usai laga, Sabtu (17/1/2025).
Munster menegaskan dua kesalahan fatal menjadi penyebab utama kekalahan Persebaya Surabaya. Namun, ia menolak menyalahkan satu pemain saja, menyebut kekalahan ini adalah tanggung jawab bersama.
”Kami semua minta maaf kepada Bonek, Bonita, dan semua orang atas kekalahan ini. Kami kalah karena diri kami sendiri,” tegas Munster, menunjukkan rasa tanggung jawabnya.
Pelatih asal Irlandia Utara itu juga meminta semua pihak untuk tetap bersatu demi menghadapi laga-laga berikutnya. Ia mengajak seluruh pendukung untuk tetap percaya pada tim dan bersama-sama bangkit dari hasil buruk ini.
”Sekarang kami akan fokus kembali, untuk menatap pertandingan berikutnya lebih baik dan menang. Semua orang kecewa, tetapi kami harus tetap bersatu sebagai tim,” tambahnya dengan optimisme.
Dalam laga tersebut, Munster melakukan perubahan besar di lini tengah dengan mengganti Kadek Raditya yang biasanya bermain sebagai bek tengah menjadi gelandang bertahan. Strategi ini rupanya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh sang pelatih.
”Kadek sebelumnya adalah bek tengah, sekarang dia bermain sebagai DMF. Posisi DMF membutuhkan mobilitas tinggi, dan kami sudah mempersiapkan itu dalam beberapa minggu terakhir,” jelas Munster.
Pada babak kedua, Kadek digantikan oleh Andre Oktaviansyah, yang dinilai lebih segar dan mampu menambah energi di lini tengah. Meski begitu, dua gol yang tercipta akibat kesalahan tim tetap menjadi sorotan utama.
Menariknya, nama Gilson Costa sama sekali tidak disebut Munster dalam penjelasannya soal pergantian gelandang bertahan. Hal ini memunculkan spekulasi posisi Gilson di skuad utama Persebaya Surabaya mungkin sedang terancam.
Gilson Costa sebenarnya tampil cukup konsisten sejak awal musim bersama Persebaya Surabaya. Statistiknya menunjukkan ia telah bermain dalam 18 laga dengan total 1.180 menit dan menjadi starter sebanyak 13 kali.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
