Arief Catur Pamungkas, pemain Persebaya dengan koleksi kartu kuning terbanyak yaitu enam kartu kuning. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya sedang mengalami tren negatif. Dalam dua laga terakhir, Green Force mengalami dua kekalahan beruntun, yaitu dari Bali United dan PSS Sleman.
Dua hasil buruk itu membuat Persebaya kembali gagal mendekati puncak klasemen. Padahal pemuncak klasemen sementara yaitu Persib Bandung juga gagal meraih kemenangan di dua laga terakhir.
Maung Bandung hanya bermain imbang dengan Bali United pada 7 Januari lalu dan PSBS Biak pada akhir pekan kemarin, dengan skor identik 1-1.
Sayangnya, tren negatif Persebaya semakin diperburuk dengan banyaknya kartu yang telah dikoleksi hingga memasuki putaran kedua musim ini.
Mengutip dari Transfermarkt, hingga kini tim asuhan Paul Munster tersebut sudah mengoleksi 40 kartu kuning! Lalu jumlah kartu merah yang dikoleksi adalah dua kartu. Hal itu mengindikasikan permainan Persebaya cukup keras menjurus kasar.
Dari 40 kartu kuning yang sudah dikoleksi, pemain yang paling banyak mengantonginya adalah bek kanan Arif Catur Pamungkas, yaitu enam kartu kuning.
Kolektor kartu kuning terbanyak kedua adalah bek kiri Mikael Tata dengan jumlah empat kartu. Lalu diikuti oleh Francisco Rivera, Gilson Costa, Toni Firmansyah, Flavio Silva, dan Malik Risaldi dengan koleksi masing-masing tiga kartu kuning.
Sedangkan tiga pemain yang mengoleksi masing-masing satu kartu merah adalah Ardi Idrus, Andre 'Cobra' Oktaviansyah, dan Bruno Moreira.
Tak hanya itu, jika melihat dari statistik perolehan kartu, hampir semua pemain Persebaya sudah pernah mendapatkan kartu, entah itu kartu kuning maupun kartu merah.
Hal ini tentu menjadi PR tersendiri bagi coach Paul Munster karena bisa berpotensi terkena sanksi, apalagi jika terjadi dalam satu pertandingan.
Misalnya yang terbaru adalah saat takluk dari PSS Sleman akhir pekan lalu, dimana ada delapan pemain Persebaya yang diganjar kartu kuning! Sesuai Pasal 53 Kode Disiplin PSSI, tim yang menerima lima kartu kuning atau lebih dapat didenda minimal Rp 50 juta.
Dengan demikian, tantangan yang dihadapi Persebaya tidak hanya ketajaman dalam mencetak gol yang sudah mulai terkikis hingga berujung pada kegagalan meraih kemenangan.
Kemampuan meredam emosi dan bertahan secara bersih juga harus dikedepankan agar para pemain tidak dengan mudah melakukan pelanggaran keras yang tidak perlu.
Karena jika hal ini dibiarkan, tentu yang rugi juga Persebaya, baik itu di dalam maupun di luar lapangan. Di dalam lapangan, pemain bisa berkurang jika ada yang terkena kartu merah. Atau bisa juga diganjar tendangan bebas maupun penalti yang bisa berujung gol bagi tim lawan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
