Gilson Costa jadi salah satu kambing hitam kekalahan Persebaya Surabaya dari PSS Sleman. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menerima kenyataan pahit usai takluk dari PSS Sleman dengan skor 1-3 dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2024/2025. Kekalahan ini bukan hanya membuat para pemain kecewa, tetapi juga memancing kritik pedas dari suporter setia, Bonek.
Babak pertama berjalan tidak sesuai harapan bagi Green Force. Lini tengah yang digalang Gilson Costa menjadi sorotan karena dinilai tidak mampu mengimbangi permainan agresif PSS.
Memasuki babak kedua, pelatih Paul Munster mencoba melakukan perubahan strategi. Ia memasukkan Alfan Suaib, Dejan Tumbas, dan Malik Risaldi untuk menggantikan Kasim Botan, Riswan Lauhin, dan Toni Firmansyah.
Hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai, Persebaya Surabaya sebenarnya mendapatkan peluang emas. Flavio Silva yang memenangkan duel udara menyundul bola ke tiang jauh, namun kiper PSS, Alan Jose, berhasil menepisnya.
Menit ke-48, Persebaya Surabaya sempat mencetak gol lewat Dejan Tumbas. Sayangnya, wasit menganulir gol tersebut karena Dejan berada dalam posisi offside.
Persebaya Surabaya terus mencoba menekan pertahanan PSS. Pada menit ke-57, wasit menunjuk titik putih setelah Dejan Tumbas dilanggar oleh bek PSS, Cleberson Martins.
Bruno Moreira yang menjadi eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan baik. Gol ini membuat skor menjadi 3-1, memberikan sedikit harapan bagi Green Force.
Namun, PSS Sleman langsung merespons dengan melancarkan serangan balik yang merepotkan lini pertahanan Persebaya Surabaya. Meski demikian, duet bek tengah Kadek Raditya dan Slavko Damjanovic mampu menghalau serangan demi serangan.
Untuk meningkatkan intensitas serangan, Paul Munster kembali melakukan pergantian pemain. Oktafianus Fernando dan Dime Dimov dimasukkan menggantikan Gilson Costa dan Kadek Raditya.
Pada menit ke-90+2, Persebaya Surabaya mendapatkan peluang terakhir melalui sepakan keras Bruno Moreira dari luar kotak penalti. Sayangnya, Alan Jose lagi-lagi tampil gemilang dengan menepis bola tersebut.
Hingga peluit akhir dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor akhir 3-1 memastikan kemenangan bagi PSS Sleman dan memaksa Persebaya Surabaya pulang dengan tangan hampa.
Kekalahan ini membuat Persebaya Surabaya tetap berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 dengan raihan 37 poin. Namun, performa individu beberapa pemain, termasuk Gilson Costa, menjadi bahan perbincangan hangat.
Gilson Costa yang bermain hingga menit ke-76 menjadi target kritik tajam dari Bonek. Statistik menunjukkan ia mencatatkan 39 sentuhan bola, 29 operan akurat dari 29 percobaan, namun gagal memberikan kontribusi signifikan di sektor lain.
Gilson hanya berhasil memenangkan 3 dari 10 duel darat yang dilakukannya. Ia juga hanya memenangkan 1 dari 3 duel udara, sementara 1 kali dilewati lawan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
