
Wasit Gedion Dapaherang (kanan) jadi sorotan di laga PSS Sleman vs Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Sosok Gedion Dapaherang kembali menjadi sorotan setelah memimpin laga PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (11/1). Sejumlah keputusan yang diambil Gedion dalam pertandingan tersebut dinilai merugikan tim Green Force sepanjang jalannya pertandingan.
Salah satu keputusan kontroversial terjadi saat gol kedua PSS Sleman yang dicetak melalui tandukan Cleberson tetap disahkan. Padahal, tayangan ulang menunjukkan posisi Cleberson berpotensi dalam posisi offside sebelum bola bersarang ke gawang Ernando Ari.
Tidak hanya itu, momen yang lebih mengecewakan bagi Persebaya Surabaya terjadi ketika gol sepakan keras Bruno Moreira dan gol Dejan Tumbas dianulir oleh Gedion. Keputusan ini memicu protes keras dari para pemain dan pelatih Persebaya Surabaya yang merasa gol tersebut sah secara aturan.
Nama Gedion Dapaherang sejatinya sudah tidak asing dalam daftar kontroversi wasit di Liga 1 Indonesia. Sebelumnya, ia juga menjadi pusat perhatian saat memimpin Derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Rabu (27/3/2024) malam.
Pada laga tersebut, Gedion memberikan hadiah penalti kepada Arema FC yang dinilai banyak pihak sebagai keputusan keliru. Bola yang mengenai dada Kadek Raditya dianggap sebagai handball, sehingga berujung tendangan penalti bagi Arema FC di menit ke-64.
Meski protes keras dilakukan oleh para pemain Persebaya Surabaya, keputusan Gedion tetap tidak berubah. Namun, eksekusi penalti Dedik Setiawan berhasil digagalkan oleh Andhika Ramadhani, sehingga peluang Arema FC untuk menyamakan skor kandas.
Laga tersebut akhirnya dimenangkan oleh Persebaya Surabaya dengan skor tipis 0-1, meski kinerja wasit tetap menjadi perbincangan hangat. Persebaya Surabaya merasa keputusan Gedion pada pertandingan itu sangat merugikan mereka, namun tim tetap berhasil membawa pulang tiga poin.
Keputusan kontroversial dalam pertandingan Derbi Jatim itu menambah daftar panjang keluhan Persebaya Surabaya terhadap kinerja wasit saat melawan Arema FC. Persebaya Surabaya bahkan mencatat mereka telah dihukum tiga kali penalti dalam empat laga terakhir melawan tim yang dipimpin CEO Iwan Budianto.
Dalam salah satu unggahan media sosialnya, akun resmi @officialpersebaya menyoroti tren buruk keputusan wasit dalam laga melawan Arema FC. Meski demikian, Persebaya Surabaya tetap berhasil memenangkan keempat pertandingan tersebut, termasuk pada laga yang bertepatan dengan Tragedi Kanjuruhan.
Manajemen Persebaya Surabaya menyatakan akan mengirimkan laporan resmi kepada PSSI terkait kepemimpinan Gedion Dapaherang. Laporan tersebut tidak hanya mencakup insiden di Derbi Jatim, tetapi juga sejumlah keputusan buruk lainnya yang dianggap merugikan Green Force.
Gedion Dapaherang juga pernah mendapat sorotan tajam saat memimpin laga PSS Sleman melawan Persik Kediri pada pekan ke-23 Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (9/2/2023). Dalam laga tersebut, beberapa keputusan Gedion dianggap sangat merugikan Persik Kediri.
Manajer Persik Kediri, Muhammad Syahid Nur Ichsan, mengungkapkan pihaknya telah melaporkan kinerja wasit kepada PSSI. Menurutnya, beberapa keputusan yang diambil Gedion sangat memengaruhi jalannya pertandingan dan menguntungkan tim lawan.
Salah satu insiden terjadi pada menit ke-72, di mana Gedion memberikan penalti kepada PSS Sleman setelah menganggap ada pelanggaran di kotak penalti. Padahal, tayangan ulang menunjukkan tidak ada kontak antara pemain Persik, Aqil Munawar, dengan pemain lawan.
Keputusan kontroversial lainnya terjadi di menit ke-90+3 ketika pemain Persik, Rendy Juliansyah, terjatuh di kotak penalti akibat tarikan dari pemain PSS Sleman. Namun, Gedion justru mengabaikan insiden tersebut dan memberikan kartu kuning kepada Rendy karena dianggap melakukan diving.
Ironisnya, kejadian tersebut terjadi tepat di depan wasit tambahan, Musthofa Umarella, yang juga tidak mengambil tindakan. Keputusan ini semakin memicu kekecewaan manajemen Persik Kediri terhadap kinerja Gedion Dapaherang di laga tersebut.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
