Marc Klok ingatkan Persib untuk jangan sombong. (Instagram/@marcklok)
JawaPos.com - Kapten Persib Bandung, Marc Klok, membuat pernyataan mengejutkan perihal sifat Shin Tae-yong (STY) saat menjadi pelatih Timnas Indonesia kepada media Belanda baru-baru ini.
Klok pernah jadi andalan STY di Timnas Indonesia sejak sang pelatih memberikan debut untuknya mengenakan seragam Merah Putih pada Juni 2022. Namun, sejak laga melawan Vietnam pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, dia mulai kehilangan tempatnya.
Sedangkan masa depan STY bersama Pasuka Garuda sudah selesai setelah PSSI memutuskan memecat pelatih asal Korea Selatan itu pada hari Senin (6/1) lalu. Pelatih berusia 54 tahun ini mengakhiri masa kerjanya lebih cepat walau masih punya kontrak hingga 2027.
Tak pelak, keputusan tersebut menuai pro dan kontra di jagat lini masa. Sementara, kepada media Belanda, Klok dengan gamblang mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di Timnas Indonesia sewaktu STY masih menjadi pelatih.
Dilansir dari laman ESPN NL, Klok membuka alasan mengapa dirinya tidak lagi pernah terlihat membela Timnas Indonesia. Pemain berusia 31 tahun itu mengakui dirinya punya konflik dengan STY.
"Saya pernah berkonflik dengan pelatih nasional sebelumnya (STY). Jika Anda mengajak dia berdiskusi, dia dapat mencoret nama Anda. Itulah mengapa alasanku tidak membela Indonesia lagi," ucap Klok.
Eks pemain PSM Makassar ini juga menyinggung masalah dinamika. Seperti dikatakan Ketum PSSI, Erick Thohir, yang terjadi di Timnas Indonesia era STY. Dia mengamini bahwa faktor perbedaan bahasa memicu sebuah masalah.
"Kendala bahasa menjadi kendala pelatih nasional sebelumnya. Itu yang membuat banyak pemain jengkel. Itu juga yang membuat saya jengkel," sambung Klok.
Tidak berhenti di situ, Klok dengan tegas menyebut STY adalah sosok yang sangat keras dan seperti 'diktator'. Menurutnya, pelatih yang pernah menyingkirkan Timnas Jerman itu ingin selalu berada di atas tim.
"Dia (Shin Tae-yong) benar-benar seperti seorang diktator dan dia harus berada di atas kelompoknya," ucap Klok.
Namun, Klok juga ikut terkejut saat STY dilengserkan dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia. Apalagi, dia menganggap nakhoda berusia 54 tahun itu telah memberikan kontribusi yang besar untuk Pasukan Garuda.
"Ini sedikit campur aduk (perasaan saya). Di satu sisi, seluruh negara ini memujinya, yang melatih selama sekitar lima tahun," kata Klok.
"Pemecatannya adalah kejutan bagi banyak orang. Dia telah membawa perkembangan bagi para pemain dan negara," imbuh kapten Persib Bandung tersebut.
Tidak lupa, pemain yang pernah membela Persija Jakarta ini juga memberikan pendapatnya mengenai PSSI yang menunjuk Patrick Kluivert sebagai pengganti STY.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
