Kapten Hindia Belanda, Ahmad Nawir, saat laga kontra Hungaria di Piala Dunia 1938 (Istimewa)
JawaPos.com - Hindia Belanda sebegai cikal bakal Timnas Indonesia, mencatat sejarah sebagai negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia 1938 di Prancis. Meski perjalanan mereka singkat, keikutsertaan ini menjadi momen penting dalam sejarah sepak bola dunia dan nasional.
Hindia Belanda maju ke Piala Dunia 1938 menggantikan Jepang yang mengundurkan diri. Pertandingan pertama sekaligus terakhir mereka di turnamen ini melawan Hungaria berlangsung di Stade Velodrome, Reims.
Partisipasi Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 itu membuat PSSI semakin getol untuk mengulanginya, namun kini dengan bendera Merah Putih sepenuhnya. Dilansir Fabrizio Romano, kedatangan pelatih baru Patrick Kluivert adalah untuk kelolosan ke Piala Dunia 2026.
Gambaran Suasana di Stadion
Keberhasilan Hindia Belanda tampil di Piala Dunia 1938 menempatkan mereka sebagai pelopor Asia di turnamen bergengsi ini. Pada laga perdana tanggal 5 Juni 1938, Hindia Belanda menghadapi Hungaria.
Sebagai bayangan, Algemeen Handelsblad menceritakan tentang pandangan matanya mengenai stadion berumput hijau yang indah, dikelilingi track sepeda dan bangku-bangku dari semen yang basah sisa diguyur hujan deras jam 3 sore sebelumnya, sudah berisi 20.000 pasang mata dari yang seharusnya hanya 13.000 penonton.
Pertandingan sendiri kick-off pukul 5.15 sore waktu Prancis. Sayangnya, tim Hindia Belanda harus menerima kekalahan telak 6-0 di babak pertama sistem gugur.
Setelah pertandingan itu, Hindia Belanda menjalani laga persahabatan melawan Belanda pada Olimpiade Amsterdam 23 Juni 1938. Kekalahan 9-2 menjadi penutup perjalanan mereka di Eropa. Meski demikian, keikutsertaan di Piala Dunia tetap menjadi kebanggaan tersendiri.
Pakai Jersey Oranye
Hal lain yang menarik perhatian hingga kini adalah detail warna jersey yang dikenakan tim saat berlaga. Saat itu, mereka mengenakan jubah perang berwarna orannye. Pilihan warna oranye berkaitan erat dengan Hindia Belanda yang merupakan koloni Kerajaan Belanda pada masa itu.
Oranye adalah warna identitas Belanda yang melambangkan dinasti kerajaan mereka, House of Orange. Dengan demikian, warna merah sebagai identitas modern Indonesia belum digunakan saat itu.
Berdasarkan laporan surat kabar Algemeen Handelsblad, jersey yang digunakan berwarna oranye dengan celana putih.
"Wat zijn de Nederlandsch-Indische oranjehemden klein en tenger, zoo uit de hoogte gezien en met de Hongararsche reuzen vergeleken,” tulis mereka, yang memiliki arti “Betapa kecil dan rapuhnya seragam oranye Hindia Belanda, dilihat dari atas jika dibandingkan dengan raksasa Hungaria.”
Partisipasi Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 adalah tonggak sejarah yang menegaskan keberanian bangsa ini bersaing di panggung dunia. Semangat mereka, meskipun terbatas oleh kondisi saat itu, menjadi inspirasi untuk Timnas Indonesia dalam upaya mencapai prestasi yang lebih besar, termasuk kembali berlaga di Piala Dunia.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
