
Shin Tae Yong mendampingi skuad Timnas Indonesia. (Instagram Shin Tae-yong)
JawaPos.com–PSSI telah mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae yong (STY). Pengamat sepak bola Arman Saputra menilai keputusan tersebut tepat.
Menurut Arman, dari sisi teknis, pelatih asal Korea Selatan tersebut tidak memiliki karakter bermain yang kuat. ”Barangkali inilah titik kritis yang patut dialamatkan pada STY kala melatih skuad Garuda. Sepanjang empat tahun lebih menangani timnas Indonesia, komposisi taktik dan filosofi bermain tidak memiliki konsistensi yang jelas. Timnas tak punya karakter kuat dalam bermain,” ujar Arman.
Menurut Arman, di era STY, timnas Indonesia tidak jelas apakah ingin bermain indah atau fokus pada hasil akhir. ”Inilah yang menyebabkan inkonsistensi hasil. Inkonsistensi hasil selaras dengan inkonsistensi susunan pemain,” ungkap dia.
”Kita bisa merujuk laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Saat melawan Tiongkok, misalnya. Shin bereksperimen dengan mencadangkan Thom Haye. Tak hanya itu, ban kapten mendadak dicopot dari Jay Idzes ke Asnawi Mangkualam,” jelas Arman Saputra.
Di Piala AFF 2024, STY juga tampak bereksperimen dengan menurunkan Pratama Arhan dan Asnawi pada dua sisi berbeda. Arhan yang biasa di kiri malah ditempatkan di sisi kanan. Sebaliknya Asnawi malah di kiri.
”Meski kerap bongkar pasang pemain, Shin tidak terlalu adaptif dalam meramu taktik. Terlihat pada formasi tiga bek yang terus menerus dipakai. Padahal, mayoritas pemain timnas yang merumput di Eropa kerap bermain dengan komposisi empat bek sejajar," jelas Arman.
”Secara kualitatif, kita bisa mencerna secara seksama bahwa permainan timnas jauh dari optimal. Timnas lebih sering bermain bertahan dan lebih mengandalkan serangan yang sporadis. Saat melawan Jepang dan Australia, kelemahan sistem bermain timnas terlihat begitu terlihat. Sehingga sepanjang 90 menit timnas hanya bisa bertahan dan tidak banyak mengancam,” sambung dia.
Kini, posisi pelatih kepala timnas Indonesia telah digantikan Patrick Kluivert. Menurut Arman, penunjukan Patrick Kluivert tak lantas menjamin terjawabnya persoalan timnas sepeninggal Shin Tae Yong. Namun, pengalaman Kluivert menjadi asisten pelatih yang punya filosofi kuat seperti Louis Van Gaal menjadi bekal berharga.
”Kini yang dibutuhkan timnas Indonesia adalah stabilitas, taktik, komposisi, hingga kejelasan filosofi,” ucap Arman Saputra.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
