Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 17.30 WIB

Terbongkar! Alasan Krusial Pihak Kepolisian Solo Larang Bonek Kawal Persebaya Surabaya Hadapi PSS Sleman di Stadion Manahan

Bonek kecewa tak bisa dukung langsung Persebaya Surabaya saat hadapi PSS Sleman di Stadion Manahan. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Kabar mengejutkan datang menjelang laga Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman di pekan ke-18 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Manahan Solo pada 11 Januari nanti, resmi tanpa kehadiran Bonek, suporter setia Persebaya Surabaya.

Informasi ini dikonfirmasi melalui unggahan akun Instagram @persebayafans.27. Dalam unggahan tersebut, mereka membagikan rilis resmi alasan larangan kehadiran Bonek yang datang langsung dari pihak kepolisian Solo.

Keputusan ini menuai sorotan tajam dari para pendukung Persebaya Surabaya. Bonek menyayangkan langkah yang dianggap tidak adil dan menghalangi dukungan moral mereka untuk tim kesayangan di laga tandang.

Dalam rilis tersebut, dijelaskan Panpel PSS Sleman dan Persis Solo sebenarnya tidak keberatan menerima kehadiran Bonek. Mereka menyebut, langkah ini adalah bentuk penghormatan kepada Bonek yang sebelumnya juga menyambut suporter tamu dengan baik di Surabaya.

Namun, sikap tersebut tidak mendapat dukungan penuh dari pihak kepolisian Solo. Mereka tetap berpegang teguh pada larangan suporter tandang yang diterapkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Larangan tersebut hingga kini belum dicabut, meskipun beberapa klub mulai meminta aturan itu untuk ditinjau ulang. Pihak kepolisian Solo menjelaskan, larangan ini berlaku bagi seluruh suporter klub mana pun, termasuk Bonek.

Sebagai konsekuensi, jika ada suporter yang tetap memaksakan diri datang ke Solo, mereka akan dipulangkan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, para pendukung akan ditahan di kantor kepolisian hingga pertandingan selesai.

Rilis tersebut juga menyebutkan pengumuman resmi larangan ini akan disampaikan langsung oleh Polresta Solo. Hal ini menjadi langkah antisipasi agar tidak terjadi miskomunikasi di antara pihak-pihak terkait.

Kabar ini langsung memicu reaksi beragam dari kalangan Bonek di media sosial. Banyak yang merasa keputusan ini tidak masuk akal dan hanya memberatkan suporter setia Persebaya Surabaya.

“Kepolisian.e gak masok blasss,” tulis salah satu Bonek dalam kolom komentar. Reaksi tersebut menggambarkan kekecewaan mereka terhadap pihak kepolisian Solo.

“Kapan yo liga Indonesia iki sehat walafiat?” tambah komentar lain, menyiratkan harapan besar akan pembenahan sepak bola Indonesia. Namun, hingga kini, aturan larangan suporter tandang masih menjadi kendala besar.

Tidak sedikit Bonek yang merasa langkah ini adalah bentuk ketidakadilan terhadap mereka. “Giliran Bonek dipersulit tapi suporter se-Indonesia welcome kalau ke Surabaya,” tulis seorang Bonek, mengungkapkan kekecewaannya.

Larangan ini semakin mempertegas situasi sulit yang harus dihadapi suporter Persebaya Surabaya. Mereka harus rela memberikan dukungan dari jauh tanpa kehadiran langsung di stadion, meskipun antusiasme mereka untuk mendukung tim tidak pernah surut.

Dalam pertandingan pertama melawan PSS Sleman di Gelora Bung Tomo Agustus lalu, Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan tipis 1-0. Hasil tersebut tentu menjadi motivasi tambahan bagi skuad Green Force untuk kembali meraih tiga poin.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore