
Foto lama Mancini dan Erick Thohir saat di Inter Milan. Kiprah Erick Thohir di Inter kembali diperbincangkan usai pecat Shin Tae-yong. (ESPN)
JawaPos.com - Erick Thohir kini tengah menjadi sorotan di media sosial pasca keputusannya untuk memecat Shin Tae-yong (STY) pada Senin (6/1/2025) lalu. Warganet sepakbola nasional ramai-ramai menyuarakan suara kekecewaan dan keheranan atas keputusan tersebut.
Apalagi, Shin Tae-yong dianggap sudah membawa sepakbola Indonesia ke berbagai pencapaian, mulai dari lolos fase grup Piala Asia, semifinalis Piala Asia U-23, hingga ke Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Selain itu, Erick Thohir juga dinilai melakukan pergantian pelatih di saat yang tidak tepat sehingga bisa mengakibatkan kerugian yang lebih besar, khususnya terhadap peluang Indonesia ke Piala Dunia.
Bukan cuma perihal STY, respon negatif besar-besaran juga sedang tertuju pada kabar penunjukan Patrick Kluivert sebagai pengganti STY. Banyak yang menyuarakan ketidaksetujuan karena rekam jejak Patrick Kluivert dianggap tidak lebih baik dari STY, bahkan termasuk buruk.
Hal itu dinilai dari data pengalaman melatih yang minim hingga performa tim-tim yang dilatih Kluivert. Selain soal penunjukan Kluivert, bagaimana Erick Thohir bercerita mengenai proses perekrutannya pun sedang diperbincangkan.
Sebab, Erick Thohir mengatakan bahwa, dari tiga calon pelatih yang ada, hanya seorang pelatih saja yang rela datang menjawab undangan wawancara di hari natal, dan itu yang dipilih.
Dengan demikian, dengan asumsi yang datang itu Patrick Kluivert, berarti mantan pelatih Curacao itu bisa disimpulkan sebagai calon tunggal.
Hal tersebut tentu mengundang pertanyaan, kenapa Ketua Umum PSSI memilih pelatih dengan metode yang konyol. Apakah pemilihan pelatih timnas tidak berdasarkan data dan reputasi CV?
Karena hal-hal tersebut, reputasi Erick Thohir sebagai pemimpin PSSI yang mengerti sepak bola mulai dipertanyakan.
Kebijakan masa lalu Erick Thohir di Inter Milan disorot
Seolah dihubung-hubungkan dengan kapabilitasnya dalam memahami sepakbola, warganet pun mulai melihat kembali kiprah Erick Thohir saat menjadi Presiden Inter Milan, salah satunya saat penunjukan Frank De Boer sebagai pelatih Inter Milan.
Dilaporkan Sempre Inter, keputusan Erick Thohir memecat Roberto Mancini dua minggu sebelum musim 2016-2017 dimulai ternyata dipertanyakan.
Bukan cuma itu, penunjukan Frank De Boer menggantikan Roberto Mancini pun ternyata mendapat kritik habis-habisan. Erick Thohir menunjuk pelatih asal Belanda tersebut dengan alasan mengagumi sepakbola menyerang dan memperhatikan talenta muda.
Hasilnya, Frank De Boer hanya melatih Inter selama 85 hari. Mantan pemain Inter, Youri Djorkaeff menilai Frank de Boer tidak memahami Inter Milan. Frank De Boer dipecat setelah menjalani 14 pertandingan, diantaranya menelan tujuh kekalahan.
Viral kembali video Erick Thohir sebut suka Inter sejak Trio Belanda

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
