
Pelatih Shin Tae-yong menyatakan kepuasannya terhadap hasil yang diraih Timnas Indonesia dalam dua pertandingan awal kontra Arab Saudi dan Australia. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Rumor pemecatan juru latih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong atau STY merebak di awal tahun ini. PSSI disebut tidak akan lagi menggunakan jasa bekas pelatih Timnas Korea Selatan itu buntut dari hasil minor yang skuadnya dapatkan di ajang ASEAN Cup (Piala AFF) 2024.
Kabar tersebut mencuat usai salah seorang anggota Exco PSSI, Kairul Anwar menggunggah salam perpisahan untuk STY di Instagram pribadinya pada Minggu (5/1). Sontak unggahan tersebut langsung menggegerkan penggemar sepak bola Indonesia, khususnya Timnas.
Keterkejutan tersebut tidak lain disebabkan oleh sejumlah torehan membanggakan yang mampu STY catatkan selama kurang lebih empat tahun menangani Timnas. Bagi publik sepak bola Indonesia, dirinya serupa juru selamat yang berhasil mengentaskan skuad Garuda dari lubang kekalahan dan kegagalan.
Dengan model kepelatihannya yang tegas dan disiplin, Garuda Muda berhasil dibawanya mengukir sejarah melaju ke semifinal Piala Asia U-23 2024. Ia juga mampu meloloskan Timnas ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah persepakbolaan Indonesia.
Jauh sebelum prestasi-prestasi tersebut didapatkan, pelatih yang pernah membawa Seongnam Ilhwa menjadi jawara AFC Championship 2009/2010 itu memulai langkahnya bersama Timnas di ajang Piala AFF 2020 yang diselenggarakan pada 2021 akibat pandemi Covid-19.
Ketika itu kondisi kebatinan sepak bola Indonesia tidak cukup baik setelah belum meraih satu poin pun di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022. STY pun akhirnya memutuskan membawa skuad yang didominasi pemain muda di bawah 25 tahun untuk berlaga di Piala AFF 2020. Dibandingkan dengan sembilan kontestan lainnya, Indonesia menempati posisi kelima skuad termuda dengan rerata usia 23,77 tahun.
Shin Tae-yong mengatakan dirinya tengah mempersiapkan kerangka Timnas Indonesia di masa mendatang. Kelak masyarakat Indonesia mengerti nama-nama debutan kala itu seperti Ernando Ari, Rizky Ridho, dan Pratama Arhan benar-benar menjadi tulang punggung Timnas di tahun-tahun setelahnya.
"Pemain (berusia) 20-22 tahun dengan pengalaman, kepercayaan dirinya pasti akan makin bertambah dan tidak akan kalah dengan mudah," ungkap Shin ketika itu.
Di turnamen dua tahunan tersebut, Indonesia tergabung di Grup B bersama Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Laos dan memainkan seluruh laga secara terpusat di Singapura.
Pada fase grup, Indonesia berhasil tampil berkasa dan melenggang ke semifinal dengan status juara grup dengan torehan sepuluh poin hasil dari tiga menang, sekali seri, dan tanpa pernah kalah.
Di semifinal, Timnas Indonesia bertemu dengan tuan rumah Singapura. Pada laga leg pertama, kedua tim bermain imbang 1-1. Ketegangan baru terjadi di leg kedua usai Indonesia dan Singapura susul-menyusul mencetak gol dan membuat pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Di babak tambahan itulah Indonesia akhirnya berhasil menyegel satu tempat di babak final setelah Egy Maulana Vikri menceploskan gol di menit 105 dan membuat Indonesia menang agregat 3-5.
Indonesia bertemu raksasa ASEAN, Thailand di babak pamungkas. Final tersebut adalah final keenam sepanjang keikutsertaan Indonesia di Piala AFF dan final pertama dalam dua edisi terakhir. Final yang juga selalu mengantarkan Indonesia sebagai runner-up.
Di leg pertama, tim Gajah Putih langsung tancap gas dan membuat Indonesia tidak berkutik usai dibombardir empat tanpa balas. Di leg kedua, Indonesia sempat hampir mengejar, tetapi hasil akhir yang berujung imbang 2-2 tidak cukup untuk menahan laju Thailand menjadi juara turnamen tersebut untuk keenam kalinya.
Meski lagi-lagi berakhir sebagai runner-up, masyarakat Indonesia seperti mendapat nafas baru dari melihat permainan menarik yang ditunjukkan oleh Egy dkk. Shin Tae-yong pun lantas menjadi idola baru publik sepak bola Indonesia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
