
Pratama Arhan saat masih memperkuat PSIS Semarang. (Instagram Arhan)
JawaPos.com - Pratama Arhan Alif Rifai pernah membuat perjanjian khusus dengan PSIS Semarang terkait kelanjutan kariernya di Liga 1 Indonesia. Kesepakatan ini bisa membuat klub yang tertarik dengan jasa sang pemain seperti Semen Padang FC dan Persebaya Surabaya gigit jari.
Masa depan Pratama Arhan menjadi teka-teki paling mencuri perhatian pada awal tahun. Pemain berusia 23 tahun itu saat ini berstatus tanpa klub setelah kontraknya dengan Suwon FC habis pada 31 Desember 2024.
Arhan meninggalkan Suwon FC dengan catatan sangat minim. Dia hanya bermain dua kali untuk tim asal Korea Selatan tersebut dengan jumlah menit bermain cuma empat menit.
Sosok Arhan pun menjadi komiditi transfer terpanas saat ini, khususnya di Liga 1 Indonesia. Tak sedikit rumor yang mengaitkan sang bek akan kembali ke Tanah Air dalam melanjutkan kariernya sebagai pesepak bola profesional.
Sejumlah klub Indonesia pun dikaitkan dengan Arhan. Itu terungkap setelah akun Instagram @transfernews_ft1 menyebut bahwa Arhan sedang menjadi buruan panas beberapa klub.
"RUMORS Pratama Arhan (LB/22) kabarnya akan kembali bermain di Indonesia," tulis akun tersebut. "Sudah ada beberapa tim yang berminat kepada sang pemain."
Nah, klub yang paling gencar dengan Arhan awalnya adalah Semen Padang FC, yang sudah menyatakan ketertarikannya sejak sebelum kontrak sang pemain habis di Korea Selatan.
Apalagi, Arhan punya hubungan dan kedekatan spesial dengan Semen Padang. Yakni mertuanya, Andre Rosiade merupakan penasihat Semen Padang FC.
Selain Semen Padang, Persebaya Surabaya juga dikaitkan dengan Arhan. Green Force -julukan Persebaya- dikabarkan ikut memantau situasi ini.
Maklum, mereka juga sedang mencari tambahan pemain untuk memperkuat skuad mereka. Kehadiran Pratama Arhan di Persebaya Surabaya nantinya diharapkan mampu menambah daya gedor di sisi kiri pertahanan klub.
Namun, ada satu masalah yang bisa jadi pengganjal Arhan ke Semen Padang atau Persebaya Surabaya. Yakni PSIS Semarang, yang ternyata punya perjanjian khusus dengan sang pemain.
Perjanjian itu melibatkan Arhan, agennya Dusan Botdanovic, dan PSIS Semarang. Isinya adalah Laskar Mahesa Jenar menjadi klub yang harusnya berkomunikasi pertama kali dengan sang pemain bila memutuskan kembali ke Indonesia.
Kesepakatan itu muncul saat pemain kelahiran Kabupaten Blora, Jawa Tengah, itu akan ke luar negeri. Tepatnya pada 2022 lalu, ketika Arhan memilih hengkang ke Tokyo Verdy, yant saat itu masih berlaga di J2 League, kompetisi sepak bola kasta kedua di Jepang.
"Tak hanya itu, antara kami PSIS, Arhan, dan agen Arhan telah sepakat mau sejauh mana Arhan bermain di luar negeri, saat kembali ke Indonesia, Arhan kembalinya ke PSIS sebagai rumah yang telah membesarkan Arhan selama ini," tutur Yoyok Sukawi dua tahun lalu.
Lantas bagaimana situasi saga transfer Pratama Arhan saat ini? Apakah PSIS Semarang sudah mulai berkomunikasi dengan sang pemain? Yoyok Sukawi, angkat bicara terkait kabar itu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
