Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Januari 2025 | 18.29 WIB

Laga Panas Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan: Stadion yang Penuh Trauma Memilukan

Arema FC punya kans besar menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan. (Media Arema FC)

 

JawaPos.com — Arema FC berhasil menutup putaran pertama Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan hasil cukup impresif. Klub yang dikenal dengan julukan Singo Edan ini menyelesaikan 17 pertandingan dengan menempati peringkat keempat klasemen sementara.

Singo Edan mencatatkan delapan kemenangan, empat hasil seri, dan hanya lima kekalahan. Hasil ini membuat Aremania dan Aremanita tetap bangga meskipun timnya harus menjadi musafir selama putaran pertama.

Pada putaran pertama, Arema FC memilih Stadion Soepriadi di Kota Blitar sebagai home base sementara. Pilihan ini terpaksa dilakukan karena Stadion Kanjuruhan, yang menjadi markas utama mereka, masih dalam proses renovasi.

Renovasi Stadion Kanjuruhan dilakukan setelah tragedi memilukan yang terjadi pada 1 Oktober 2022. Kala itu, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya, yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Green Force.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan menewaskan 135 orang dan meninggalkan luka mendalam bagi dunia sepak bola Indonesia. Insiden ini menjadi salah satu tragedi sepak bola terbesar di dunia yang terus diingat oleh pecinta sepak bola.

Kabar terbaru menyebutkan renovasi Stadion Kanjuruhan hampir selesai dan siap digunakan pada awal 2025. Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, mengungkapkan progres renovasi telah mencapai 99,5 persen.

Menurut Diana, renovasi ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Desember 2024. Percepatan penyelesaian juga dilakukan pada monumen dan tata ruang di sekitar stadion agar lebih hijau dan asri.

"Alhamdulillah hampir selesai, mohon dipercepat untuk penyelesaian monumen dan landscape-nya dirapikan. Ditambahkan juga pohon yang tinggi misalnya bambu di area monumen agar lebih hijau dan asri. Mudah-mudahan renovasi dapat selesai sesuai target pada 31 Desember 2024," kata Diana dikutip dari Antara.

Salah satu elemen penting yang tetap dipertahankan adalah Gate 13, yang menjadi lokasi utama tragedi pada 2022. Railing di area ini diperkuat dengan tambahan proteksi berupa pagar besi untuk meningkatkan keamanan.

"Untuk railing di Gate 13, mohon dipertahankan. Namun bisa ditambahkan proteksi misalnya dengan pagar besi supaya ke depannya tidak ada penonton yang bersandar ke railing tersebut," ujarnya.

Renovasi Stadion Kanjuruhan dilakukan untuk memenuhi standar keselamatan, kenyamanan, dan kelayakan sesuai guidelines FIFA. Bangunan stadion sebelumnya dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar teknis bangunan gedung dan tidak memiliki sertifikat laik fungsi.

Lingkup pekerjaan renovasi meliputi pembongkaran sebagian struktur stadion, pembenahan jalur evakuasi, dan peningkatan fasilitas mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Proyek ini menghabiskan anggaran senilai Rp357,84 miliar yang dikerjakan oleh Waskita-Abipraya KSO.

"Lingkup pekerjaan renovasinya meliputi pembongkaran stadion, renovasi bangunan stadion, landscape, renovasi track atletik dan lapangan sepak bola, serta mechanical, electrical, dan plumbing (MEP)," kata Airyn.

Stadion Kanjuruhan kini memiliki kapasitas 21.603 tempat duduk, termasuk kursi VVIP, VIP, media, disabilitas, dan tribun umum. Tribun Utara dan Selatan masing-masing memiliki kapasitas terbesar dengan 7.264 kursi.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore