Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Desember 2024 | 03.38 WIB

Manajer PSM soal Sanksi 12 Pemain di Lapangan: Wasit Sudah Akui Kesalahannya, Kok Kami yang Dapat Hukuman?

PSM Makassar dapatkan sanksi hukuman dari karena kontroversi 12 pemain. (Media PSM) - Image

PSM Makassar dapatkan sanksi hukuman dari karena kontroversi 12 pemain. (Media PSM)

JawaPos.com – Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin mengaku bingung dengan hukuman yang diterima timnya dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI, akibat memakai 12 pemain saat melawan PS Barito Putera pada pekan ke-16 Liga 1 2024/2025. Dia menyebut itu terjadi karena kelalaian wasit.

PSM menerima kabar buruk berupa perubahan hasil pertandingan kontra PS Barito Putera. Juku Eja yang dalam laga tersebut menang 3-2 di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur pada 22 Desember lalu, tiba-tiba dinyatakan kalah 0-3.

Kekalahan itu didapat akibat sanksi yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI. PSM dianggap bersalah karena menggunakan 12 pemain saat jelang duel kontra Barito Putera berakhir. 

Kejadian itu bermula dari PSM yang melakukan pergantian terhadap tiga pemainnya. Yakni memasukkan Daffa Salman, Fahrul Aditia, dan Arham Darmawan untuk untuk menggantikan Akbar Tanjung, Latyr Fall, dan Syahrul Lasinari.

Pergantian dikakukan ketika Akbar Tanjung mengalami cedera. Namun saat itu hanya Akbar dan Latyr Fall yang keluar, sementara Lasinari masib di dalam pertandingan sehingga PSM tampil dengan 12 pemain.

Nur Fajrin selaku manajer tim PSM menyatakan bahwa kejadian itu murni kelalaian perangkat pertandingan.

Tepatnya wasit cadangan Muhammad Iqballuddin, yang lalai dalam menjalankan prosedur pergantian pemain sehingga 12 pemain PSM berada di dalam lapangan.

"Wasit tengah menyatakan ada miskomunikasi antara wasit tengah dan wasit cadangan karena melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan informasi dari wasit cadangan untuk play on," kata Fajrin dalam konferensi pers virtual, Senin (30/12) sore.

"Wasit cadangan itu sudah mengakui kesalahan karena terburu-buru, sehingga terjadi 12 pemain itu. Saat sadar ada kekeliruan, dia sudah mengingatkan wasit tengah tapi wasit tengah sudah terlanjur meniup peluit panjang (anda pertandingan berakhir)," lanjutnya.

PSM pun tak tinggal diam. Manajemen Juku Eja telah mengajukan banding kepada Komite Banding PSSI untuk menyampaikan sikap resmi. Sekaligus melayangkan poin-poin yang dianggap memberatkan.

Ketika ditanya soal rencana protes mengenai wasit yang bertugas, Nur Fajrin enggan melakukannya. Karena sang pengadil lapangan sudah mengakui kesalahannya dalam mengambil keputusan saat pergantian pemain.

Menurut Nur Fajrin, fokus protes dan pengajuan banding PSM saat ini bukanlah wasit lagi, melainkan hukuman yang mereka terima. Dia mempertanyakan mengapa PSM akhirnya terkena hukuman padahal tidak melakukan kesalahan.

"Jadi kami rasa tidak perlu lagi ada yang diperdebatkan saat itu (terkait wasit). Tapi yang jadi perdebatan adalah yang mendapat hukuman itu PSM Makassar, padahal tidak ada kesalahan dari pihak PSM Makassar," pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore