Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Desember 2024 | 18.28 WIB

Keputusan Kontroversial Coach Justin, Berhenti Bahas Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong, Netizen Suarakan Pro dan Kontra

Shin Tae-yong jadi salah satu pelatih yang catatkan sejarah bagi Timnas Indonesia. (Instagram @shintaeyong7777) - Image

Shin Tae-yong jadi salah satu pelatih yang catatkan sejarah bagi Timnas Indonesia. (Instagram @shintaeyong7777)

JawaPos.com — Keputusan Coach Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin untuk berhenti membahas Shin Tae-yong (STY) memicu pro-kontra di kalangan netizen. Pengamat sepak bola yang terkenal karena komentarnya yang tegas ini mengungkapkan alasannya dalam sebuah video yang diunggah di platform X.com.

Justin mengaku mendapat teguran dari sebuah akun anonim yang sebelumnya juga membocorkan data pribadi pengamat sepak bola lain, Tommy Welly. Kekhawatiran atas keamanan keluarga menjadi alasan utama Justin untuk menghentikan pembahasan terkait STY di semua platform.

“Demi keamanan dan kenyamanan keluarga serta rekan-rekan gue di industri bola, gue putuskan untuk berhenti bahas STY,” ujar Justin dalam pernyataan video tersebut. Pernyataannya langsung menjadi viral dan ditonton lebih dari satu juta kali dalam waktu singkat.

Tanggapan netizen terhadap keputusan ini sangat beragam. Sebagian besar menyayangkan langkah tersebut, karena mereka merasa kehilangan analisis tajam Justin tentang kinerja STY dan Timnas Indonesia.

“Padahal Koci adalah tipe orang yang jujur, jelek bilang jelek, bagus bilang bagus. Kritiknya bikin kita tahu kelemahan timnas,” tulis seorang netizen.

Ada juga yang menilai serangan terhadap Justin sudah terlalu personal. “Ngapain coba itu sampai masuk ke ranah pribadi. Orang Indonesia nggak bisa bedain mana statement profesional, mana personal,” komentar pengguna lainnya.

Netizen lain mendukung keputusan Justin untuk sementara mundur dari perdebatan ini. Mereka memahami situasi yang sedang memanas akibat tuduhan penggunaan buzzer oleh STY.

“Sementara jangan dibahas dulu, Koch. Situasinya terlalu keruh karena terus digoreng sama oknum nggak bertanggung jawab,” ujar salah satu netizen.

Namun, tidak semua netizen sepakat dengan langkah Justin. Sebagian mengkritik cara Justin menyampaikan pandangan tentang STY yang dinilai terlalu keras.

“Waktu lu goblokin STY saat Timnas lawan Myanmar, gue dukung. Tapi saat lu bilang harus ganti pelatih sebelum Maret, gue nggak setuju,” tulis seorang netizen.

Ada juga yang merasa Justin terlalu reaktif terhadap kegagalan di Piala AFF. “Cuma karena gagal di AFF, lu jadi seperti ikut-ikutan benci STY. Kritik itu hak lu, tapi caranya jangan aneh,” ujar pengguna lain.

Sebagian netizen bahkan mempertanyakan cara Justin berinteraksi dalam diskusi sepak bola. Mereka menilai Justin sering memaksakan pendapatnya tanpa memberi ruang untuk pandangan berbeda.

“Lu aja sering ngegas orang kalau beda pendapat. Makanya sekarang yang satu frame sama lu cuma ngangguk-ngangguk doang,” kritik seorang netizen.

Meski menuai kritik, banyak yang tetap mendukung gaya bicara Justin yang lugas dan blak-blakan. Bagi mereka, Justin adalah salah satu suara independen yang diperlukan untuk membedah masalah sepak bola Indonesia.

“Koci selalu berani ngomong jujur, nggak ada yang ditutup-tutupi. Itu yang bikin kita sadar ada yang salah di timnas,” kata seorang penggemar.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore