LEGENDA: Suhatman Imam telah menorehkan sejarah di sepak bola Indonesia dengan menjadi legenda bagi Semen Padang dan Timnas Indonesia, bahkan pernah melatih Persebaya Surabaya. (Vidio.com)
JawaPos.com — Kisah hidup Suhatman Imam selalu menjadi inspirasi bagi pencinta sepak bola Indonesia. Sebagai salah satu legenda, kontribusinya dalam membangun sepak bola Tanah Air patut dikenang sepanjang masa.
Suhatman Imam dikenal sebagai pemain berbakat yang mengharumkan nama Indonesia pada akhir era 1970-an. Kariernya bermula di klub PSP Padang, sebelum dirinya dipanggil memperkuat Timnas Indonesia pada 1975 untuk ajang Pra-Olimpiade.
Pada Kejuaraan Asia 1977 di Bangkok, Suhatman mendapatkan kehormatan menjadi kapten Timnas Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti kualitasnya sebagai pemain yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan.
Perjalanan Suhatman Imam berlanjut ke dunia kepelatihan yang membawa Semen Padang meraih Piala Indonesia pada 1992. Keberhasilan ini mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pelatih terbaik Indonesia saat itu.
Ide besar Suhatman Imam muncul ketika ia menginisiasi proyek pengembangan pemain muda yang kemudian dikenal sebagai program PSSI Primavera. Bersama PSSI, ia berhasil mengirimkan 24 pemain muda Indonesia ke Italia pada 1993, membuka era baru bagi sepak bola Indonesia.
Di Italia, Suhatman Imam bertugas melatih tim Primavera yang bertanding di kompetisi junior Eropa. Program ini melahirkan nama-nama besar seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandy, hingga Bejo Sugiantoro, yang kemudian menjadi tulang punggung sepak bola nasional.
Pengalaman di Italia memberi Suhatman wawasan baru tentang strategi permainan, khususnya konsep pertahanan grendel ala Catenaccio. Ia percaya gaya ini dapat diterapkan di Indonesia untuk meningkatkan performa tim nasional.
Setelah kembali ke Indonesia, Suhatman Imam bekerja sama dengan Emral Abus untuk menerapkan konsep-konsep tersebut di Semen Padang. Namun, pekerjaan sebagai pegawai bank sempat menjadi penghalang untuk sepenuhnya terjun ke sepak bola.
Meski begitu, Suhatman Imam tidak pernah berhenti membangun sepak bola Indonesia. Ia mempercayakan visinya kepada Nil Maizar, salah satu pemain berbakat yang pernah bermain di bawah bimbingannya.
Kepercayaan itu berbuah manis ketika Nil Maizar membawa Semen Padang juara Liga Primer Indonesia pada musim 2011/2012. Semen Padang sukses mengalahkan Persiraja Banda Aceh 3-1 di final yang berlangsung di Stadion H. Agus Salim.
Suhatman Imam juga memiliki pengalaman singkat melatih Persebaya Surabaya pada 2007. Meskipun tidak mencapai target yang diharapkan, pengalamannya bersama Green Force menambah kedalaman karier kepelatihannya.
Kisah Suhatman Imam adalah cerita tentang keberanian bermimpi besar meski penuh tantangan. Dedikasinya kepada Semen Padang, Persebaya Surabaya, dan sepak bola Indonesia secara umum tetap menjadi warisan yang tidak tergantikan.
Hari ini Minggu (15/12), Semen Padang akan berhadapan dengan Persebaya Surabaya di Stadion H. Agus Salim dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2024/2025. Laga ini akan menjadi momen istimewa untuk mengenang perjalanan panjang kedua klub yang pernah bersinggungan dengan karier Suhatman Imam.
Sebagai seorang legenda, Suhatman Imam selalu menanamkan pentingnya kerja keras dan dedikasi kepada generasi muda. Warisan tersebut masih terlihat pada banyak pemain yang pernah merasakan sentuhannya, baik di level klub maupun Timnas Indonesia.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
