FIT: Kasim Botan siap menggantikan posisi Malik Risaldi yang hampir pasti tidak bisa dimainkan melawan PSIS Semarang (2/11) karena cedera. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
JawaPos.com - Pelatih Persebaya, Paul Munster, merupakan pelatih yang doyan menerapkan berbagai formasi sehingga gaya permainannya lebih dinamis.
Sebuah laga sepak bola memang penuh dengan dinamika, sehingga apa yang diterapkan Paul Munster memang lazim dilakukan pelatih berkarakter, karena bisa menyesuaikan dengan kebutuhan tim saat menjalani pertandingan.
"Saya bukanlah pelatih yang suka memainkan satu formasi, tetapi dua sampai tiga formasi. Maka, saya menginginkan pemain yang bisa bermain di berbagai posisi," tegasnya seperti dikutip dari akun YouTube Transfermarkt.
Paul Munster membuktikan bahwa perubahan formasi, termasuk perubahan posisi pemain justru memberikan hasil yang positif bagi timnya saat ini.
Satu hal yang paling terlihat adalah Green Force kini bercokol di puncak klasemen sementara Liga 1 dengan pencapaian delapan kali menang, tiga kali seri, dan sekali kalah.
Salah satu perubahan mencolok yang kini diterapkan oleh Munster adalah menempatkan bek sayap Kasim Botan menjadi target man.
Pada dua laga terakhir, yaitu menghadapi Persija dan Madura United, Kasim Botan menjadi penyerang tengah karena penyerang utama Green Force yaitu Flavio Silva digeser di posisi sayap kanan.
Perubahan tersebut ternyata membuahkan hasil. Persebaya sukses mengalahkan Persija dan Madura United. Hasil itu pun membuat mereka memperlebar jarak dengan peringkat dua, Persija Jakarta yang kini mengumpulkan 24 poin.
Namun, secara individu, apakah performa Kasim Botan turut bersinar saat ditempatkan sebagai target man dalam dua laga tersebut?
Jika menilik dari statistik yang dirilis Sofascore, harus diakui, Kasim bisa dikatakan kurang banyak memberi kontribusi.
Misalnya saat lawan Persija, ia hanya melakukan 17 sentuhan, sekali sukses menggiring bola, dan tidak sekalipun melepaskan tendangan melebar ataupun mengarah ke gawang.
Begitu juga saat menghadapi Madura United, ia hanya melakukan 18 kali sentuhan bola, dua kali sukses menggiring bola, dan tidak melakukan tendangan melenceng ataupun shoot on goal.
Maka dari itu, tak mengherankan jika ia tidak bermain penuh dalam dua laga tersebut, melainkan hanya bermain sekitar 70 menit.
Menarik ditunggu apakah dalam laga menghadapi Arema hari ini (7/12), Kasim Botan kembali dipasang sebagai striker atau kembali ke posisi asli yaitu bek sayap.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
