Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Desember 2024 | 20.48 WIB

Cerita Bekti Nugroho Koleksi Jersey Kandang Timnas Indonesia, dari Edisi 1938 hingga saat Garuda Lawan Maradona

Kolektor jersey Timnas Indonesia, Bekti Nugroho, menunjukkan koleksinya. (Instagram @bektinugroho)

 
JawaPos.com - Nama Bekti Adi Nugroho seketika viral di media sosial setelah mengunggah foto-foto dirinya mengoleksi jersey kandang Timnas Indonesia. Dia bukan hanya mengumpulkan beberapa, tapi coba mengurutkannya dari masa lampau hingga saat ini.

Ya, Bekti Nugroho telah mengumpulkan seluruh jersey kandang Timnas Indonesia dari tahun ke tahun. Dia punya jersey yang cukup merepresentasikan seragam skuad Garuda era tahun 1938 yang masih bernama Hindia Belanda.

Mengoleksi jersey bukanlah hal baru untuk Bekti Nugroho. Sebelum mulai mengumpulkan seragam Timnas Indonesia, dia awalnya seorang kolektor jersey Manchester United dan Timnas Inggris.

Sementara untuk Timnas Indonesia, Bekti mengaku baru mulai mengumpulkannya pada tahun ini. Semua bermula dari saat dia sedang pergi ke salah satu toko jersey enam bulan yang lalu.

"Saat itu saya ngeliat ada jersey Boaz (Solossa) di salah satu toko di Jakarta gitu, saya ambil, saya masukin ke lemari, nah kok cuman empat jersey timnasnya," kata Bekti saat dihubungi JawaPos.com.

"Nah, dari situ saya nyari kemana-mana, terus kayak lagi seneng banget lah sama Timnas sama segala macem dan nyari kemana-mana, akhirnya terkumpul lah sampai dapet (semua) jerseynya," tambah Bekti.

Empat jersey Timnas Indonrsia pertama yang dimiliki Bekti tersebut adalah edisi 2018 produksi Nike, Mills edisi 2020 dan 2022, serta jersey buatan Li-Ning yang digunakan Garuda untuk SEA Games 2019 dan 2021.

Setelah itu, Bekti Nugroho sangat menggebu-gebu dalam mengumpulkan jersey kandang Timnas Indonesia. Dia pun hanya butuh waktu 6 hingga 7 bulan untuk melakukannya.

Hingga saat ini, koleksi jersey kandang Timnas Indonesia kurang lebih sudah mencapai 115 jersey. "Tapi itu kan ada yang sama jerseynya , jadi kayak satu era itu ada beberapa nameset pemain," terang Bekti.

"Kalau tanpa ada yang kembar, misalkan urut gitu mungkin sekitar 70-75 jenis. (Termasuk beberapa jersey fantasy). Karena Indonesia ini  unik, di tahun 1996 aja bisa ada 6-7 jersey berbeda. Jadi zaman dulu kan Indonesia belum punya apparel resmi, jadi kayak ganti-ganti gitu," ucap Bekti menambahkan.

Dari jumlah tersebut, ada banyak jersey lawas yang sarat sejarah. Salah satunya adalah seragam Garuda di Piala Dunia U-20 1979 di mana saat itu Timnas Indonesia melawan Argentina yang diperkuat Diego Armando Maradona.

“Saya mendapatkan jersey 1979 saat era Timnas yang dipakai lawan Maradona. Kan tahun 1979 pernah Indonesia melawan Maradona. Nah, itu saya juga ada jersey timnas representasi era 1979 dengan nomor 19 (Mundari Karya)," terangnya.

Di antara sekian banyak itu, Bekti tak menampik bahwa perjuangan mendapatkan jersey representasi 1938 tidak mudah. Sebab, kain tersebut tidak dijual untuk umum, bahkan jersey tersebut mungkin sudah tidak ada lagi di Indonesia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore