Lulinha ketika merayakan golnya untuk Malik Risaldi ketika masih sama-sama membela Madura United. (Media Madura United)
JawaPos.com — Kisah persahabatan di dunia sepak bola sering menjadi inspirasi, termasuk cerita unik dari Malik Risaldi dan Lulinha. Meski kini membela klub yang berbeda, hubungan erat keduanya tetap terjaga meski terpisah oleh Jembatan Suramadu.
Malik Risaldi adalah bintang muda Persebaya Surabaya, sedangkan Lulinha merupakan pengatur serangan Madura United. Rivalitas di lapangan tak pernah menghapus persahabatan yang terjalin sejak lama di luar lapangan.
Persahabatan mereka bermula pada musim 2022 saat Malik masih bermain untuk Madura United. Kala itu, chemistry antara Malik dan Lulinha menjadi kekuatan utama Laskar Sape Kerrab dalam mengarungi Liga 1.
Momen paling berkesan terjadi pada Agustus 2022 ketika Madura United menghadapi Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo. Lulinha mencetak gol penting yang membuat laga berakhir imbang 2-2.
Selebrasi Lulinha saat itu menjadi perhatian publik karena ia mengangkat jersey Malik Risaldi. Gol tersebut dipersembahkan untuk Malik yang absen karena menjaga buah hatinya yang baru lahir dan tengah sakit.
“Saya dedikasikan gol ini untuk sahabat saya, Malik Risaldi, yang sedang melewati momen sulit,” ujar Lulinha usai pertandingan.
Aksi ini menggambarkan kedalaman hubungan emosional mereka di luar lapangan.
Sebagai pemain berpengalaman asal Brasil, Lulinha selalu menjadi mentor bagi Malik yang tengah meniti karier sebagai bintang lokal. Meski berbeda latar belakang budaya, keduanya memiliki hubungan yang saling mendukung.
Namun, takdir membawa mereka ke jalur yang berbeda. Musim 2024/2025 menjadi awal baru, dengan Malik bertahan di Persebaya Surabaya. Sementara Lulinha kembali memperkuat Madura United.
Kini, mereka berada di sisi berlawanan dari Jembatan Suramadu, simbol yang memisahkan Surabaya dan Madura. Meski begitu, komunikasi mereka tetap terjaga erat di luar lapangan.
Malik, yang telah mencetak dua gol untuk Persebaya Surabaya musim ini, sering bertukar cerita dengan Lulinha. Di sisi lain, Lulinha mencatatkan tujuh gol untuk Madura United, meskipun timnya sedang berada di zona degradasi.
Meski bersahabat, profesionalisme tetap menjadi prioritas keduanya saat bertanding. Ketika peluit pertandingan berbunyi, mereka akan berjuang keras demi lambang klub di dada mereka.
Lulinha dipastikan absen dalam pertemuan mendatang melawan Persebaya Surabaya karena akumulasi kartu kuning. Sementara Malik tengah memulihkan diri dari cedera yang didapat dalam laga sebelumnya.
Absennya Lulinha menjadi kerugian besar bagi Madura United, yang kini berjuang keluar dari zona degradasi. Namun, bagi Malik dan Persebaya Surabaya, ini adalah peluang untuk membawa pulang poin penuh dari Gelora Bangkalan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
