Firza Andika saat beraksi di laga Persebaya vs Persija. (Dok: Media Persija)
JawaPos.com - Keputusan Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena, mengganti Firza Andika dengan Riko Simanjuntak saat melawan Persebaya Surabaya jadi tanda tanya besar. Juru taktik asal Spanyol itupun mengungkap alasan di balik langkahnya tersebut.
Persija harus menerima dengan lapang dada karena kembali ke Jakarta dengan tangan hampa. Macan Kemayoran - julukan Persija - gagal memetik satu poin pun dari Surabaya dalam duel klasik Persebaya vs Persija, Jumat (22/11) sore.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Persija dipaksa menyerah dari tuan rumah Persebaya dengan skor 2-1. Ini jadi kekalahan ketiga yang ditelan oleh Macan Kemayoran.
Bagi Persija, kekalahan itu terasa cukup pahit karena mereka sebenarnya unggul lebih dulu. Pada menit ke-43 alias dua menit jelang babak pertama tuntas dalam waktu normal, Gustavo Almeida membawa Persija unggul lewat titik putih.
Tapi, Persebaya pada akhirnya berhasil bangkit. Pada pertengahan babak kedua, Green Force mencetak dua gol cepat, masing-masing pada menit ke-67 lewat Flavio Silva dan lima menit berselang melalui Mohammed Rashid.
Nah, sebelum Persebaya menciptakan dua gol tersebut, ada satu hal yang jadi sorotan dari kubu Persija. Yakni keputusan Carlos Pena yang melakukan pergantian pemain pada menit ke-62, di mana dia menarik keluar Firza Andika.
Firza Andika ditarik untuk digantikan oleh Riko Simanjuntak. Keputusan itu jadi tanda tanya karena sebenarnya performa Firza tak buruk. Bahkan, bisa dibilang cukup baik karena mampu bertahan dan menyerang dari sisi kiri.
Nahasnya lagi, Riko Simanjuntak yang dipercaya gantikan Firza, tak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Memiliki naluri sebagai penyerang sayap, dia kesulitan untuk mengisi pos bek kiri.
Otomatis sisi kiri Persija jadi celah dan kesempatan yang dimanfaatkan Persebaya. Tuan rumah banyak melakukan serangan dari area yang dikawal Riko.
Bahkan, gol pertama Persebaya yang dicetak oleh Flavio tak lepas dari kesalahan penempatan posisi Riko. Dia yang awalnya menjaga penyerang Green Force itu, tiba-tiba bergerak untuk ikut menutup ruang Francesco Rivera yang coba melakukan tembakan.
Namun, keputusan Riko itu membuat Flavio Silva jadi berdiri bebas tanpa pengawalan. Bola liar hasil sepakan Rivera pun bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Flavio jadi gol.
Carlos Pena selaku pelatih Persija pun menyadari situasi itu. Dia tak menampik pergantian Firza ke Riko di sisi kiri membuat sisi kiri pertahanan jadi celah.
"Itu benar sebelum momen itu, kami mengendalikan permainan dengan sangat baik sebelumnya. Dan, setelah momen itu, mereka (Persebaya) menekan dan kami lebih menderita di sisi itu," kata Pena dalam jumpa pers pascalaga.
Lantas, apa alasan Carlos Pena melakukan dan membuat keputusan itu? Dia menyebut karena Firza yang meminta untuk diganti.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
