
Anang Ma’ruf (paling kanan) jadi salah satu dari sedikit pemain yang menjadi legenda di Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta. (Media Persija)
JawaPos.com — Nama Anang Ma’ruf mungkin tak asing bagi para penggemar sepak bola Indonesia era 1990-an hingga 2000-an. Pemain asal Jawa Timur ini mencatatkan sejarah besar bersama dua klub rival abadi, Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta.
Anang Ma’ruf pertama kali mencuri perhatian publik sepak bola nasional saat memperkuat Persebaya Surabaya. Ia menjadi salah satu pemain kunci dalam membawa Green Force menjuarai Liga Indonesia 1996/1997 dan 2004, sebuah pencapaian bersejarah bagi klub kebanggaan Surabaya.
Sebagai bek sayap, Anang dikenal memiliki kecepatan, disiplin, dan kemampuan bertahan yang luar biasa. Kontribusinya di lini belakang kerap menjadi pembeda, terutama dalam pertandingan-pertandingan penting Persebaya Surabaya.
Namun, perjalanan karier Anang Ma’ruf tidak berhenti di Surabaya saja. Pada tahun 1999, ia mengambil keputusan berani untuk meninggalkan Persebaya Surabaya dan bergabung dengan Persija Jakarta.
Keputusan itu sempat mengejutkan banyak pihak, mengingat rivalitas sengit antara kedua klub tersebut. Namun, Anang membuktikan kepindahannya ke Macan Kemayoran adalah langkah yang tepat dalam kariernya.
Puncak karier Anang bersama Persija terjadi pada musim 2000/2001 ketika ia menjadi bagian dari skuad juara Liga Indonesia. Di musim itu, Anang menjadi salah satu pemain andalan yang tak tergantikan di lini pertahanan Persija.
Final Liga Indonesia 2000/2001 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Anang dan Persija. Dalam laga tersebut, Macan Kemayoran berhasil mengalahkan PSM Makassar, yang saat itu dihuni pemain bintang seperti Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto.
Anang mengenang momen final itu sebagai salah satu kenangan paling manis dalam perjalanan kariernya. "Tentunya jadi memori yang indah ketika kita berhasil membawa juara. Selalu indah kalau kita ingat-ingat kembali saat itu. Bagi saya kondisi saat itu tidak bisa terlupakan," ujar Anang dikutip dari laman resmi Persija Jakarta.
Kemenangan atas PSM menjadi bukti Persija adalah tim terkuat di Indonesia pada saat itu. Anang sendiri merasa beruntung bisa menjadi bagian dari perjalanan luar biasa tersebut bersama Macan Kemayoran.
Meski telah berpindah klub, Anang tidak melupakan momen-momen manis bersama Persebaya Surabaya. Ia mengaku bangga pernah membawa dua tim besar ini meraih gelar juara Liga Indonesia di era yang berbeda.
"Para pemain saat melawan PSM tampil bagus luar biasa dan kami sukses memenangkan dan berhasil membawa Persija jadi juara," ungkap Anang.
Pernyataan itu menunjukkan betapa besarnya dedikasi Anang dalam memberikan yang terbaik untuk setiap tim yang ia bela. Anang juga menilai final melawan PSM bukanlah laga mudah. Menurutnya, PSM adalah lawan yang sangat tangguh dengan pemain-pemain berkualitas di semua lini.
Namun, kerja sama dan semangat juang tinggi yang ditunjukkan skuad Persija menjadi kunci keberhasilan. "Sekali lagi, perasaan yang luar biasa kami bisa menang di laga final," tambahnya.
"Sebelumnya, saya pernah juara dengan Persebaya, lalu alhamdulillah bersama Persija kesuksesan itu bisa terulang kembali. Awalnya tidak terbayang, tapi saya buktikan saya bisa menjadi juara bersama Persija," pungkasnya.
Kini, hampir dua dekade setelah momen bersejarah tersebut, nama Anang Ma’ruf tetap dikenang oleh pendukung Persija dan Persebaya Surabaya. Ia menjadi salah satu dari sedikit pemain yang sukses bersama kedua klub tersebut.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
