Potret Abdul Kadir ketika membela Persebaya Surabaya dan jadi pemain legendaris Timnas Indonesia. (X/@Mah5Utari)
JawaPos.com — Abdul Kadir, legenda sepak bola Indonesia, tak pernah lepas dari kenangan manis saat membantu Timnas Indonesia mengalahkan Jepang 7-0 di ajang Merdeka Tournament 1968. Kadir, yang berjuluk "Si Kancil" karena kecepatannya, adalah salah satu pemain besar Persebaya Surabaya yang turut harumkan nama bangsa dalam laga bersejarah tersebut.
Laga kontra Jepang itu membawa kebanggaan besar bagi Indonesia. Pasalnya, kemenangan 7-0 atas Samurai Biru di Kuala Lumpur bukan hanya sekadar kemenangan biasa, tapi menunjukkan betapa kuatnya tim Garuda saat itu.
Kadir, bersama nama-nama legendaris lain seperti Sutjipto Suntoro, Jacob Sihasale, dan Surya Lesmana memperlihatkan kemampuan terbaik mereka di lapangan. Dalam pertandingan tersebut, Kadir dan Sihasale yang juga dari Persebaya Surabaya, sukses mempersembahkan gol untuk mencetak sejarah.
Gol-gol kemenangan Timnas Indonesia ketika itu ditorehkan oleh Sutjipto Suntoro dengan hattrick, dua gol oleh Jacob Sihasale, serta masing-masing satu gol dari Abdul Kadir dan Surya Lesmana. Momentum tersebut terus dikenang sebagai salah satu kemenangan paling membanggakan dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Karier Kadir yang gemilang tak hanya dikenal di lapangan Merdeka Tournament. Bersama Timnas Indonesia, ia menorehkan prestasi gemilang lainnya dalam berbagai ajang internasional, seperti Piala King’s Cup 1968, Merdeka Tournament 1969, hingga Pesta Sukan 1972.
Sebagai salah satu ikon Timnas, Kadir juga terpilih dalam Asia All Stars 1969-1970. Sejumlah nama besar seperti Soetjipto Soentoro, Max Timisela, Iswadi Idris, hingga Jacob Sihasale menjadi rekan-rekan setimnya dalam tim impian Asia tersebut.
Abdul Kadir mencatatkan 105 penampilan bersama Timnas Indonesia dalam pertandingan kelas FIFA A Match sepanjang kariernya, sebuah angka yang membuatnya masuk dalam daftar prestisius FIFA Century Club. FIFA Century Club adalah daftar yang diberikan untuk pemain sepak bola yang sudah mencapai lebih dari 100 penampilan internasional, bersanding dengan nama-nama besar seperti Bobby Charlton dan Didier Drogba.
Di Asia Tenggara, nama Kadir seolah menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Ia bahkan sempat berdampingan dengan legenda Brasil, Pele, saat Santos FC datang ke Indonesia pada 1972.
Dalam pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Santos di Stadion Gelora Bung Karno, Kadir dipilih untuk mendampingi Pele di acara TVRI yang menampilkan teknik olah bola. Kadir dengan tekniknya yang mumpuni pun mampu menyajikan permainan apik bersama Pele, memberikan hiburan istimewa untuk para penonton.
Selama kariernya, Kadir pernah membela klub-klub besar seperti PSMS Medan hingga mengantarkan klub tersebut meraih gelar Perserikatan 1969/1971. Setelahnya, ia bergabung dengan Persebaya Surabaya dan membawa klub kebanggaan Bonek tersebut meraih Kejuaraan Nasional PSSI pada 1978.
Persebaya Surabaya yang dibelanya turut menyaksikan banyak momen penting dalam karier Abdul Kadir. Kiprahnya sebagai salah satu legenda Persebaya Surabaya menjadikan sosoknya dikenal luas, bahkan sebagai ikon besar bagi Bonek yang terus mencintai klub tersebut hingga sekarang.
Kadir juga tercatat berkarier bersama Arseto Jakarta, Perkesa 78, dan Jaka Utama, yang semuanya memiliki andil besar dalam memperkaya pengalaman Kadir sebagai pemain sepak bola profesional. Pada 1983, Abdul Kadir akhirnya memutuskan untuk pensiun setelah terakhir kali bermain di klub Yanita Utama.
Setelah pensiun dari lapangan, Abdul Kadir mencoba peruntungannya di dunia kepelatihan. Ia berhasil mengukir prestasi dengan membawa Krama Yudha Tiga Berlian finis di posisi ketiga dalam ajang Asian Club Championship pada 1986.
Hingga kini, memori Abdul Kadir dan Timnas Indonesia yang pernah "mengajari" Jepang sepak bola terus dikenang oleh para pecinta sepak bola Tanah Air. Jepang yang saat ini menjadi salah satu raksasa Asia sempat ditundukkan oleh Garuda dengan skor 7-0, sebuah pencapaian yang nyaris mustahil dibayangkan saat ini.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
