Pele bertukar jersey dengan legenda Persebaya Surabaya Jacob Sihasale selepas laga Timnas Indonesia vs Santos. (Istimewa/ X @sedanganonim)
JawaPos.com — Timnas Indonesia pernah meraih kemenangan bersejarah atas Jepang dalam ajang Merdeka Tournament pada 11 Agustus 1968. Timnas Garuda yang saat itu diperkuat para legenda Persebaya Surabaya, seperti Jacob Sihasale dan Abdul Kadir, tampil garang dan menaklukkan Samurai Biru dengan skor telak 7-0.
Jacob Sihasale, pemain Persebaya Surabaya, menjadi bintang dengan mencetak dua gol atau brace dalam laga tersebut. Bersama rekannya Sutjipto Suntoro yang mencetak hattrick, ia sukses membuat Jepang terbungkam dan mengukir momen manis bagi sepak bola Indonesia.
Nama Jacob Sihasale, yang kala itu diandalkan Persebaya Surabaya di lini depan, semakin berkibar usai mencetak brace dalam kemenangan epik ini. Sosoknya tak hanya dikenal di Surabaya, namun juga di kancah nasional, terutama karena prestasi gemilangnya di ajang internasional.
Jacob, bersama legenda Persebaya Surabaya lainnya seperti Abdul Kadir, membawa kebanggaan bagi masyarakat Surabaya dan seluruh penggemar Timnas Indonesia. Gol-gol mereka tak hanya menjadi penghibur, namun simbol dominasi Indonesia di lapangan pada era tersebut.
Kemenangan 7-0 atas Jepang menjadi salah satu catatan manis dalam sejarah panjang perseteruan Indonesia dan Jepang di sepak bola. Dalam 16 pertemuan, Indonesia meraih lima kemenangan, sementara dua laga berakhir imbang, dan sembilan kali dimenangkan oleh Jepang.
Jacob Sihasale, yang juga dikenal sebagai sosok yang karismatik, mampu menjaga keunggulan tim dan menguasai lini serang dengan apik. Ketajaman serta instingnya di depan gawang membawa Timnas Indonesia mencetak gol demi gol dalam laga tersebut.
Selain Jacob dan Abdul Kadir, nama lain yang ikut mencetak gol di pertandingan itu adalah Surya Lesmana. Dengan kontribusi dari semua pemain, Indonesia mampu menunjukkan performa gemilang yang membuat Jepang tak berdaya di lapangan.
Prestasi ini menjadi inspirasi bagi banyak pemain sepak bola Indonesia generasi berikutnya. Mereka melihat Jacob sebagai ikon sepak bola yang pantang menyerah dan penuh semangat membela negara di lapangan.
Selain kontribusinya untuk Timnas, Jacob juga tercatat sebagai salah satu pemain andalan Persebaya Surabaya di liga domestik. Kiprahnya di klub Surabaya tersebut semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu legenda besar di dunia sepak bola Indonesia.
Di luar lapangan, Jacob dikenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan para penggemarnya. Ia juga sering memberi motivasi kepada para pemain muda agar tetap semangat dan berlatih keras untuk mencapai kesuksesan di dunia sepak bola.
Setelah mengakhiri kariernya di sepak bola, nama Jacob tetap dikenang oleh suporter Persebaya Surabaya, khususnya Bonek. Sayangnya, Jacob meninggal dunia pada 1983, namun warisannya di dunia sepak bola Indonesia tetap abadi.
Kisah heroik Jacob kembali mengemuka menjelang laga antara Indonesia dan Jepang dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertemuan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk kembali menorehkan hasil positif melawan Samurai Biru.
Timnas Indonesia yang sekarang diasuh Shin Tae-yong telah menunjukkan perkembangan pesat dengan menahan imbang lawan kuat seperti Arab Saudi dan Australia. Meski kalah tipis dari Tiongkok, performa Timnas tetap dianggap menjanjikan dalam usaha lolos ke putaran Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Jepang tetap menjadi tim tangguh yang belum terkalahkan di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Mereka mengalahkan Tiongkok 7-0, Bahrain 5-0, Arab Saudi 2-0, dan imbang 1-1 melawan Australia.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
