Paul Munster buka suara terkait krisis gol Persebaya Surabaya jelang hadapi PSM Makassar. (Media Persebaya)
Laga ini diprediksi akan berjalan sengit karena kedua tim memiliki peluang besar untuk memuncaki klasemen sementara Liga 1. Saat ini, Bali United berada di puncak dengan raihan 17 poin, jumlah yang sama dengan Persebaya Surabaya yang berada di posisi kedua.
Sementara PSM Makassar, berada di posisi keempat dengan koleksi 15 poin.
Jika Persebaya Surabaya atau PSM memenangkan laga ini, mereka akan menggusur Bali United dari posisi puncak klasemen. Bagi PSM, kemenangan akan membawa mereka langsung ke puncak, sementara Persebaya Surabaya hanya perlu meraih satu poin untuk merebut posisi teratas dari Bali United.
Namun, bagi Paul Munster dan skuad Green Force, kemenangan adalah target utama. Pasalnya, selain untuk menjaga persaingan di puncak klasemen, Persebaya Surabaya ingin segera bangkit dari kekalahan 0-2 melawan Persib Bandung pada pekan sebelumnya.
Kekalahan tersebut menjadi kekalahan perdana Persebaya Surabaya musim ini.
Dalam laga melawan Persib, statistik menunjukkan Persebaya Surabaya mampu mengimbangi permainan Maung Bandung. Mereka mencatatkan 50 persen penguasaan bola dan lebih agresif dengan empat tembakan ke arah gawang, sementara Persib hanya mencetak dua tembakan tepat sasaran.
Meski demikian, hasil akhir tetap tidak berpihak pada Green Force.
Salah satu masalah besar yang dihadapi Persebaya Surabaya adalah minimnya gol dari lini serang. Dalam delapan pertandingan terakhir, Persebaya Surabaya hanya mampu mencetak tujuh gol.
Jumlah tersebut membuat mereka masuk daftar lima tim dengan jumlah gol terendah di Liga 1 musim ini.
Paul Munster tidak bisa menutupi kekhawatirannya terkait masalah ini. Menurutnya, kurangnya produktivitas dari empat pemain depan yakni Bruno Moreira, Francisco Rivera, Malik Risaldi, dan Flavio Silva menjadi sorotan utama.
“Sudah berusaha, jadi semoga kami berhenti. Kami akan mencetak banyak gol,” ujar Munster, Selasa (22/10), mengomentari krisis gol yang dialami timnya.
Keempat pemain tersebut sejatinya memiliki reputasi dan kualitas individu yang luar biasa. Bruno Moreira, misalnya, dikenal sebagai salah satu pemain asing dengan dribel terbaik di Liga 1.
Sementara Francisco Rivera adalah Pemain Terbaik Liga 1 musim lalu, Malik Risaldi adalah pemain lokal tersubur Persebaya Surabaya musim lalu dengan 13 gol, dan Flavio Silva pernah menjadi top scorer Persik Kediri dengan 23 gol.
Namun, di lapangan, kombinasi dari keempat pemain ini belum menunjukkan hasil yang maksimal. Tidak ada gol yang tercipta dari mereka dalam dua laga terakhir Persebaya Surabaya, dan hal ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi Munster.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
