Sedikit perbedaan peran Francisco Rivera di Persebaya Surabaya dengan Madura United bikin performanya belum stabil. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah bersiap menghadapi PSM Makassar pada pertandingan pekan ke-9 Liga 1 Indonesia 2024-2025 di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga yang akan digelar pada Rabu (23/10) ini akan menjadi momentum bagi tim besutan Paul Munster untuk bangkit setelah menelan kekalahan pertama mereka musim ini dari Persib Bandung pada Jumat (18/10).
Kekalahan tersebut membuat Persebaya Surabaya harus merelakan posisi puncak klasemen direbut Bali United, dan kini mereka berada di peringkat kedua dengan koleksi 17 poin dari delapan laga. Di sisi lain, PSM Makassar yang diasuh Bernardo Tavares datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Setelah meraih kemenangan 2-0 atas Madura United, PSM kini berada di peringkat keempat dengan 15 poin dari delapan pertandingan. Pertandingan ini menjadi sangat penting bagi kedua tim, di mana Persebaya Surabaya berambisi merebut kembali puncak klasemen, sementara PSM juga mengincar posisi teratas jika mampu mengalahkan tim asal Surabaya tersebut.
Namun, ada satu isu menarik yang menyita perhatian pendukung setia Persebaya Surabaya, Bonek, yaitu ‘hilangnya’ magis Francisco Rivera. Pemain yang musim lalu menjadi pilar Madura United dan dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga 1 Indonesia 2023-2024 kini seakan kehilangan sentuhannya sejak pindah ke Persebaya Surabaya.
Rivera, yang diharapkan menjadi pengatur serangan tim, sejauh ini belum menunjukkan performa gemilang seperti yang diharapkan. Statistik Rivera musim ini memang tidak seburuk itu, namun jauh dari ekspektasi besar yang dibebankan kepadanya. Ia telah bermain dalam tujuh pertandingan, dengan 630 menit bermain, namun hanya mencatatkan satu assist dan rata-rata 1,7 tembakan per pertandingan.
Akurasi tembakannya pun tergolong rendah, hanya 0,3 tembakan tepat sasaran per pertandingan. Padahal, musim lalu bersama Madura United, ia mencatatkan sembilan gol dan sepuluh assist dalam 35 pertandingan, menjadikannya salah satu pemain paling produktif di Liga 1.
Selain kontribusi ofensifnya yang menurun, aspek lain dari permainan Rivera seperti kemampuan dribelnya juga belum terlihat optimal. Dengan 2,6 dribel sukses per pertandingan, ia memang masih mampu mengatasi tekanan lawan, namun tingkat keberhasilannya hanya 72 persen, lebih rendah dibandingkan saat di Madura United.
Statistik pertahanannya juga menurun, dengan 4,9 recovery bola per pertandingan musim ini, sementara musim lalu ia berhasil melakukan 4,1 recovery per pertandingan di Madura United. Menariknya, meski performa Rivera di Persebaya Surabaya terlihat menurun, ia tetap menunjukkan konsistensi dalam hal ketahanan fisik. Dengan menit bermain rata-rata 90 per pertandingan musim ini, Rivera tetap menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah tim.
Namun, efektivitasnya dalam mengatur serangan dan menciptakan peluang masih jauh dari harapan. Hal ini terlihat dari catatan assistnya yang hanya satu dalam tujuh pertandingan, sementara musim lalu ia mencetak sepuluh assist dalam 35 pertandingan.
Peran Rivera di Persebaya Surabaya memang sedikit berbeda dibandingkan saat ia membela Madura United. Di Madura, ia lebih sering diberi kebebasan untuk bergerak ke depan dan menciptakan peluang, sementara di Persebaya Surabaya, ia tampak lebih terlibat dalam tugas bertahan.
Pelatih Paul Munster tampaknya ingin Rivera lebih aktif membantu pertahanan, yang bisa menjadi alasan mengapa kontribusi ofensifnya menurun. Meski demikian, hal ini tetap menimbulkan kekhawatiran bagi para pendukung yang berharap Rivera mampu mengulangi performa gemilangnya musim lalu.
Seiring dengan meningkatnya tekanan untuk kembali ke performa terbaiknya, Rivera diharapkan mampu menunjukkan kualitasnya dalam beberapa pertandingan mendatang, terutama dalam laga krusial melawan PSM Makassar. Jika Rivera berhasil menemukan kembali magisnya, Persebaya Surabaya memiliki peluang besar untuk kembali ke puncak klasemen dan menjaga asa meraih gelar juara Liga 1 musim ini.
Namun, jika performanya terus menurun, bukan tidak mungkin Paul Munster harus mencari alternatif di lini tengah untuk menjaga keseimbangan tim. Menanti kembalinya magis Francisco Rivera bukan hanya soal statistik, tetapi juga soal bagaimana ia bisa kembali beradaptasi dengan gaya permainan Persebaya Surabaya yang mungkin berbeda dengan Madura United.
Di usianya yang masih matang sebagai pesepak bola, Rivera masih memiliki banyak waktu untuk kembali ke performa terbaiknya. Namun, waktu juga bisa menjadi musuh jika ia tidak segera beradaptasi dengan baik di tim barunya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
