
Ilustrasi VAR di Liga 1 Indonesia. Irfan Wahyu Wijanarko dipilih menjadi wasit yang akan pimpin laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di pekan kedelapan Liga 1 Indonesia. (Dok. PSSI)
JawaPos.com — Pertandingan antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya pada pekan kedelapan Liga 1 Indonesia 2024/2025 akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (18/10). Duel klasik ini akan dipimpin wasit yang sudah cukup dikenal di kancah sepak bola Indonesia, Irfan Wahyu Wijanarko.
Wasit ini mencatatkan rekor yang menarik, yaitu mengeluarkan total 91 kartu kuning selama kariernya sebagai pengadil di lapangan, baik di Liga 1 maupun Liga 2.
Persebaya Surabaya datang dengan percaya diri sebagai pemuncak klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2024/2025. Mereka telah mengumpulkan 17 poin dari lima kemenangan dan dua hasil imbang, dengan hanya kebobolan dua gol sepanjang tujuh pertandingan pertama.
Di sisi lain, Persib Bandung, yang menjadi tuan rumah, mengalami perjalanan yang sedikit lebih berliku. Mereka mengoleksi 13 poin dari tiga kemenangan dan empat hasil imbang, serta telah kebobolan tujuh gol dari total tujuh laga.
Meskipun memiliki catatan yang sedikit berbeda, kedua tim ini memiliki satu kesamaan penting: mereka belum terkalahkan sejauh musim ini.
Persib Bandung akan berusaha keras mempertahankan rekor tak terkalahkan di hadapan pendukungnya (meski Bobotoh tak diperbolehkan datang ke stadion). Sementara Persebaya Surabaya akan mengincar kemenangan untuk semakin mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen.
Laga ini tentu saja akan sangat dinanti, apalagi dengan hadirnya wasit Irfan Wahyu Wijanarko yang punya reputasi menarik di lapangan.
Irfan Wahyu Wijanarko dikenal sebagai wasit yang tidak ragu-ragu mengeluarkan kartu kuning, bahkan menjadi wasit dengan kartu kuning terbanyak di Liga 2 Indonesia musim lalu.
Statistik menunjukkan dia telah memimpin total 17 pertandingan selama musim kompetisi, baik di Liga 1 maupun Liga 2, dengan rincian yang cukup mengejutkan.
Di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, Irfan baru memimpin dua pertandingan. Namun, dalam dua laga tersebut, dia sudah mengeluarkan enam kartu kuning.
Meskipun dia belum pernah memberikan kartu kuning kedua atau kartu merah di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, fakta dia mengeluarkan rata-rata tiga kartu kuning per pertandingan di Liga 1 menunjukkan ketegasan dan kedisiplinannya di lapangan.
Ketika beralih ke Liga 2 Indonesia, terutama di babak play-off, catatan Irfan Wahyu Wijanarko semakin menonjol. Dalam dua pertandingan relegation play-off di Liga 2, dia mengeluarkan 14 kartu kuning, sebuah angka yang cukup mengesankan.
Fakta dia tidak memberikan kartu kuning kedua atau kartu merah dalam pertandingan-pertandingan tersebut menunjukkan bahwa dirinya masih mampu menjaga kontrol permainan tanpa harus mengeluarkan hukuman lebih berat.
Namun, yang paling mencolok dari karier wasit ini adalah jumlah kartu kuning yang dia keluarkan selama musim reguler Liga 2.
Dalam 10 pertandingan yang dia pimpin, Irfan memberikan total 60 kartu kuning, dengan dua kartu kuning kedua yang kemudian berujung pada kartu merah.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
