Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Oktober 2024 | 19.06 WIB

Mengupas Rekor Pertemuan Pemain Kunci Bahrain vs Timnas Indonesia, Baby Shark Jadi Tumpuan Lini Depan Garuda

Witan Sulaeman jadi pemain kunci di lini depan Timnas Indonesia yang siap berjuang habis-habisan saat hadapi Bahrain. (Instagram/@witansulaiman_) - Image

Witan Sulaeman jadi pemain kunci di lini depan Timnas Indonesia yang siap berjuang habis-habisan saat hadapi Bahrain. (Instagram/@witansulaiman_)

JawaPos.com — Laga antara Bahrain dan Timnas Indonesia dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung Kamis (10/10) di Bahrain National Stadium. Meski sejarah berpihak pada Bahrain, sang pelatih Dragan Talajic enggan meremehkan kekuatan Garuda yang kini diperkuat oleh sejumlah pemain keturunan.

Talajic menyoroti kekuatan Indonesia yang disebutnya sebagai ‘skuad internasional’ karena diperkuat pemain yang merumput di Belanda, Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Dengan skuad yang lebih matang, Timnas Indonesia di bawah arahan Shin Tae-yong siap membuktikan bahwa kekalahan 0-10 dari Bahrain pada 2012 tidak akan terulang.

Bahrain baru saja mencatatkan hasil positif dengan mengalahkan Australia 1-0, meski harus tumbang 0-5 dari Jepang. Pola permainan Bahrain yang mengandalkan formasi 4-4-2 menunjukkan fleksibilitas, di mana mereka bisa tampil bertahan melawan tim kuat, tetapi agresif saat menghadapi lawan yang lebih lemah.

Ketika menghadapi tim yang dianggap di bawah mereka, seperti Yaman dan Nepal, Bahrain menunjukkan permainan menekan dan dominasi. Sementara saat bertemu tim kuat, Bahrain memilih lebih banyak bertahan dan memanfaatkan serangan balik.

Salah satu senjata utama Bahrain adalah dua pemain kunci, Ali Madan dan Mohamed Marhoon, yang menjadi ancaman utama bagi lini pertahanan Indonesia. Ali Madan, pemain termahal Bahrain, merupakan ujung tombak di sisi sayap, sementara Marhoon adalah top skor sementara Dilmun Warriors.

Sebaliknya, Timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong lebih mengandalkan taktik defensif dengan formasi 3-4-3 yang bisa berubah menjadi 5-4-1 saat bertahan. Pola ini memungkinkan Timnas Indonesia bermain solid di belakang dan memanfaatkan serangan balik cepat melalui sayap-sayap lincah seperti Witan Sulaeman.

Nama Witan Sulaeman, yang dijuluki Baby Shark, menjadi sorotan utama lini serang Timnas Indonesia. Bersama Persija Jakarta, Witan tampil konsisten dan mampu menjadi senjata andalan Timnas Indonesia dalam beberapa laga terakhir, termasuk gol yang lahir dari kombinasi serangan balik dengan Rafael Struick dan Ragnar Oratmangoen.

Di sisi pertahanan, kehadiran Mees Hilgers, bek keturunan Belanda yang bermain di FC Twente, menjadi tambahan kekuatan penting. Hilgers akan diandalkan untuk menahan laju serangan Bahrain, terutama dari sisi sayap yang akan diisi oleh Ali Madan dan Marhoon.

Timnas Indonesia sukses menahan gempuran tim-tim kuat seperti Australia dan Arab Saudi berkat formasi bertahan yang solid. Taktik defensif Shin Tae-yong terbukti efektif membuat lawan frustrasi dan membuka peluang untuk mencuri gol lewat serangan balik cepat.

Dengan fokus pada permainan dan tidak terpengaruh rekor pertemuan masa lalu, Shin Tae-yong berharap anak asuhnya dapat tampil lebih lepas. Dia ingin para pemain Timnas Indonesia menunjukkan permainan yang mereka sukai tanpa harus dibayangi keinginan untuk balas dendam atas kekalahan telak di masa lalu.

Bahrain diprediksi akan tampil menekan sejak awal laga, mengingat kualitas mereka yang lebih unggul di atas kertas. Namun, Timnas Indonesia yang bermain lebih defensif memiliki peluang untuk meredam serangan Bahrain dan menciptakan peluang dari serangan balik, seperti yang mereka lakukan melawan Arab Saudi.

Dengan Witan sebagai tumpuan di lini depan, Timnas Indonesia akan mengandalkan kecepatan dan kelincahan untuk menerobos pertahanan Bahrain. Sementara itu, kombinasi antara Hilgers dan bek-bek tengah lainnya diharapkan bisa menjaga kedalaman pertahanan dan meminimalisir serangan dari sayap Bahrain.

Ali Madan, yang memiliki statistik impresif dengan 71 caps, 11 gol, dan 9 assist sejak debut pada 2016, akan menjadi ancaman utama di sisi kanan serangan Bahrain. Pemain ini dikenal memiliki kemampuan dribbling yang baik dan seringkali menjadi kreator peluang bagi rekan-rekannya.

Di sisi Timnas Indonesia, Witan Sulaeman, meski baru mengumpulkan 43 caps, sudah menunjukkan ketajaman dengan mencetak 9 gol dan memberikan 8 assist sejak debutnya pada 2021. Pemain muda ini terus menunjukkan konsistensi dan dipastikan akan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Bahrain.

Meski secara statistik Bahrain lebih diunggulkan, Timnas Indonesia tidak akan gentar menghadapi tantangan ini. Shin Tae-yong telah mempersiapkan strategi matang untuk meredam permainan agresif Bahrain dan memanfaatkan celah di pertahanan mereka.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore