Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Oktober 2024 | 02.03 WIB

Manajer Timnas Indonesia Sumardji Blak-blakan Terkait Gaji atau Uang Saku Pemain Timnas Jelang Hadapi Bahrain

Manajer tim nasional Indonesia Sumardji. (ANTARA)

JawaPos.com — Jelang laga penting Timnas Indonesia menghadapi Bahrain di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, banyak pertanyaan muncul seputar kondisi finansial para pemain Tim Garuda. Pertandingan tersebut akan digelar di National Stadium Bahrain, Riffa, Kamis (10/10) dan kick-off pada pukul 23.00 WIB itu 

Baca Juga: Resep Gurame Sambal Pecak yang Enak dan Bikin Nagih, Mudah Dibuat di Rumah!

Pertanyaan tentang gaji atau uang saku pemain Timnas Indonesia menjadi salah satu isu menarik. Pasalnya, sebagian besar masyarakat mungkin masih belum memahami bagaimana sistem pembayaran para pemain saat memperkuat Timnas di laga internasional. Apakah mereka menerima gaji tetap seperti di klub atau hanya mendapatkan uang saku dan bonus?

Dalam dunia sepak bola internasional, berbeda dengan saat bermain di klub, para pemain tidak mendapatkan gaji tetap. Sebaliknya, mereka menerima honorarium atau bayaran yang didasarkan pada penampilan mereka dalam pertandingan atau acara resmi.

Di kompetisi seperti Piala Dunia, FIFA menyediakan dana besar untuk tim peserta yang kemudian dibagikan sesuai pencapaian masing-masing tim.

Sebagai contoh, pada Piala Dunia 2018, FIFA mengalokasikan dana sebesar 400 juta dolar atau sekitar Rp5,9 triliun untuk seluruh peserta. Hadiah ini dibagi berdasarkan pencapaian tim di turnamen tersebut, dengan Prancis yang memenangkan turnamen mendapatkan 38 juta dolar atau sekitar Rp566 miliar.

Pembagian uang tersebut kepada pemain dilakukan oleh federasi masing-masing, dan jumlah yang diterima pemain bisa berbeda-beda tergantung kesepakatan internal.

Namun, berbeda dengan turnamen besar dunia, sistem pembayaran untuk pemain Timnas Indonesia di level Asia atau internasional memiliki pola yang berbeda.

Menurut Sumardji, manajer Timnas Indonesia, para pemain tidak menerima gaji tetap, melainkan honorarium yang sifatnya insidental. Uang yang mereka dapatkan berasal dari penampilan mereka di pertandingan dan bonus kemenangan.

Sumardji menegaskan bahwa pemain Timnas Indonesia tidak mendapatkan gaji bulanan seperti yang mereka terima di klub. "Jadi ini mungkin sebagian masyarakat yang tidak tahu ya, jadi pemain Timnas baik itu yang dari diaspora maupun yang dari klub Liga 1," ungkap Sumardji dikutip dari Instagram @news.nusantaratv.

Para pemain mendapatkan bonus jika tim menang, atau jika pertandingan berakhir dengan hasil imbang, mereka masih berhak atas bonus plus uang saku. Tidak ada gaji tetap atau insentif lain di luar itu. Sistem ini diterapkan baik bagi pemain diaspora yang bermain di luar negeri maupun pemain yang berkarier di Liga 1 Indonesia.

Pernyataan blak-blakan Sumardji ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana kesejahteraan finansial pemain Timnas Indonesia. Meskipun tidak ada gaji tetap, bonus dan uang saku yang diterima pemain menjadi motivasi tersendiri bagi mereka untuk memberikan performa terbaik di lapangan.

Sistem pembayaran ini tentunya berbeda dengan yang berlaku di klub. Di klub, para pemain menandatangani kontrak profesional yang menjamin mereka menerima gaji bulanan tetap, ditambah dengan bonus tambahan jika meraih kemenangan atau mencetak gol. Di Timnas Indonesia, kontrak tersebut tidak ada, sehingga para pemain hanya mengandalkan bonus dari hasil pertandingan.

Selain itu, Sumardji juga menekankan bahwa tidak ada perlakuan khusus antara pemain diaspora dan pemain lokal. "Semuanya itu tidak digaji jadi anak-anak para pemain ini mendapatkan satu kalau menang itu mendapatkan bonus, kalau draw mendapatkan bonus ditambah uang saku, itu aja lain-lain nggak ada, jadi nggak ada gaji dan juga nggak ada yang lain," jelasnya.

Artinya, para pemain diaspora seperti Maarten Paes, Eliano Reijnders, dan Mees Hilgers diperlakukan sama seperti pemain dari Liga 1 seperti Ernando Ari atau Malik Risaldi.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore