
Bintang Persebaya Surabaya Mohammed Rashid ungkap pentingnya pendidikan bagi karier sepak bolanya. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Latihan Persebaya Surabaya kembali digelar pada Kamis, 3 Oktober 2024, setelah masa libur usai pertandingan melawan Dewa United. Libur panjang diberikan oleh pelatih Paul Munster karena pertandingan berikutnya melawan Persib baru dijadwalkan pada 18 Oktober mendatang.
Bruno Moreira dan rekan-rekannya pun langsung digenjot latihan dua jam penuh di Lapangan Thor, meski ini baru latihan perdana. Kondisi pemain tetap harus dijaga agar siap menghadapi laga berat melawan Persib di pekan berikutnya.
Beberapa pemain seperti Ernando Ari, Malik Rosaldi, dan Mohammed Rashid yang mendapatkan panggilan timnas masih mengikuti latihan tersebut. Mereka baru akan bergabung dengan tim nasional masing-masing pada 5 Oktober mendatang.
Di sisi lain, ada momen yang cukup menghibur saat Mohammed Rashid bercerita tentang julukan yang diberikan oleh para pendukung Persebaya Surabaya, Bonek. Pemain asal Palestina ini kerap dipanggil ‘Habibi’ oleh para suporter di berbagai kesempatan.
"Mereka memanggil semua orang Arab dengan sebutan Habibi. Bukan cuma saya, tapi juga pemain lain seperti Karim Rossi," kata Rashid sambil tertawa.
Julukan ini memang sudah melekat pada beberapa pemain asal Timur Tengah yang pernah memperkuat Persebaya Surabaya.
Rashid tampak santai dan menikmati momen tersebut saat dia menjelaskan arti dari panggilan ‘Habibi’. Menurutnya, julukan ini cukup umum dan sudah dianggap sebagai panggilan akrab oleh para suporter.
"Ini panggilan yang standar, tapi bagus," ujarnya dengan senyum di wajahnya.
Rashid juga membandingkan julukan ini dengan panggilan ‘Bli’ yang biasa diberikan kepada orang di Bali.
Dia menambahkan panggilan seperti ini sebenarnya memberikan kesan dekat antara pemain dengan suporter. "Di Bali mereka memanggil dengan sebutan Bli, jadi menurut saya ini adalah sesuatu yang normal dan menyenangkan," pungkasnya.
Panggilan ‘Habibi’ yang diberikan Bonek ini membuat suasana di dalam tim menjadi lebih cair. Tidak hanya Rashid, pemain lain seperti Karim Rossi yang juga pernah membela Persebaya Surabaya mendapat julukan serupa dari para suporter.
Rashid menganggap julukan ini sebagai tanda kecintaan suporter terhadap dirinya dan rekan-rekan satu timnya. Meski terkesan lucu, panggilan ini menciptakan ikatan emosional antara pemain dan pendukung, sesuatu yang penting bagi klub sebesar Persebaya Surabaya.
Selain itu, hubungan baik antara pemain asing seperti Rashid dengan suporter lokal juga menjadi salah satu faktor yang membuat atmosfer di dalam tim menjadi lebih hangat.
Suporter merasa memiliki kedekatan emosional dengan pemain, dan hal ini membantu menciptakan dukungan yang lebih kuat saat pertandingan berlangsung.
Rashid sendiri mengaku sangat nyaman bermain untuk Persebaya Surabaya dan menerima julukan tersebut dengan senang hati. Dia merasa bahwa dukungan dari Bonek membuatnya semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik di lapangan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
