
Paul Munster punya alasan khusus selalu tampil rapi dan berkelas untuk menunjukkan kedisiplinan dan profesionalismenya sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya. (Instagram/@coach.munster)
JawaPos.com — Libur panjang usai laga melawan Dewa United pada 27 September telah berakhir. Persebaya Surabaya pun kembali menggelar latihan perdana pada Kamis, 3 Oktober 2024.
Sesi latihan tersebut diadakan di Lapangan Thor dan diikuti oleh hampir seluruh pemain. Namun, Muhammad Hidayat masih absen karena menjalani pemulihan cedera.
Selain itu, Ernando Ari, Malik Rosaldi, dan Mohammed Rashid yang mendapat panggilan timnas, masih bergabung latihan. Mereka baru akan bergabung dengan timnas masing-masing pada 5 Oktober mendatang.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, langsung menggenjot latihan dengan durasi dua jam. Ini merupakan bagian dari persiapan sebelum menghadapi Persib Bandung pada 18 Oktober nanti.
Dalam latihan tersebut, Munster memanfaatkan waktu untuk memperbaiki kelemahan tim. Meskipun Persebaya Surabaya berada di puncak klasemen sementara, Munster menilai masih banyak yang harus ditingkatkan.
Pada laga mendatang, Persebaya Surabaya akan tampil lebih lengkap. Toni Firmansyah sudah kembali setelah menyelesaikan tugas bersama Timnas U-20.
Selain itu, Andre Oktaviansyah dan Catur Pamungkas juga sudah siap dimainkan. Catur baru saja pulih dari cedera, sementara Andre lepas dari sanksi Komdis PSSI.
Namun, perjalanan Persebaya Surabaya ke depan tidak akan mudah. Setelah menghadapi Persib, mereka akan bertemu PSM Makassar, yang dikenal sebagai lawan tangguh.
Di luar soal persiapan tim, gaya berpakaian Paul Munster di pinggir lapangan juga menarik perhatian. Munster selalu tampil rapi dengan kemeja biru gelap dan sabuk coklat melingkar di perutnya.
Saat ditanya mengapa dia tidak mengenakan jersey Persebaya Surabaya seperti yang biasa dilakukan pelatih lain, Munster menjawab dengan tegas. "Karena kami sudah melakukannya dengan baik," ujar Munster.
Munster menjelaskan bahwa gayanya berpakaian adalah bagian dari standar yang telah dia tetapkan, baik untuk dirinya sendiri maupun tim. Baginya, menjadi pelatih adalah soal profesionalisme, termasuk dalam cara berpakaian.
"Saya ingin memiliki standar tinggi terhadap para pemain, tim, dan diri saya sendiri. Saya ingin terlihat profesional dan itu bagian dari standar saya," jelasnya.
Munster menegaskan bahwa jersey adalah untuk pemain, bukan untuk pelatih. Sebagai pelatih, dia memiliki peran yang berbeda dan ingin tampil dengan caranya sendiri. "Saya tidak bermain. Jersey itu untuk para pemain," ucapnya.
Munster menambahkan bahwa dia terinspirasi dari pelatih-pelatih top dunia yang selalu berpakaian rapi di pinggir lapangan. Menurutnya, hal itu mencerminkan keseriusan dan profesionalisme dalam memimpin tim.
"Saya ingin menjadi profesional. Lihat semua pelatih top lainnya, mereka semua berpakaian bagus," ungkapnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
