
Carles Romagosa (kanan) salah satu pendiri Ekkono, Ronald Koeman, Pep Guardiola dan Mario Rosas saat sesi latihan tim utama FC Barcelona. (ekkonocoaching.com)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya terus bergerak maju dalam upaya mengembangkan potensi pemain mudanya. Langkah terbaru mereka adalah menghadirkan Persebaya Future Lab, sebuah departemen yang berfokus pada pengembangan pemain, terutama dari klub internal.
Pada Minggu (22/9), Persebaya Surabaya menggelar workshop pelatih di Surabaya Town Square (Sutos) yang dihadiri oleh 64 pelatih dari 20 klub internal. Workshop ini menjadi tanda bahwa Persebaya Surabaya serius dalam mencetak pemain yang cerdas dan memiliki kemampuan taktik yang mumpuni.
Fakta menariknya, Persebaya Future Lab menggandeng konsultan sepak bola internasional Ekkono yang berbasis di Barcelona, Spanyol. Salah satu pelatih Ekkono, Miquel Naguera, diundang langsung untuk memimpin workshop ini.
Bersama Moch. Syaifuddin dari Kickoff Indonesia, Miquel memberikan wawasan mengenai kecerdasan pemain, pengambilan keputusan, dan taktik menyerang. Ini bukan sekadar teori, tetapi lebih pada bagaimana melatih pemain agar mampu berpikir cepat dan mengambil keputusan yang tepat di lapangan.
Kepala Persebaya Future Lab, Ganesha Putera, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Ekkono dipilih karena reputasi mereka dalam pembinaan usia muda.
Ekkono dikenal dengan metode pelatihan yang menitikberatkan pada pengembangan kecerdasan pemain di lapangan. Menurut Ganesha, tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pelatih, yang nantinya akan berdampak pada pengembangan pemain-pemain muda di akademi Persebaya Surabaya.
“Jadi goal dari kolaborasi Persebaya dengan Ekkono itu adalah bagaimana pelatih-pelatih kita bisa belajar mendesain semua program-programnya itu dibuat dan dibentuk untuk melakukan pengembangan-pengembangan yang sifatnya individual,” ujar Ganesha dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.
Salah satu program unggulan dari kerja sama ini adalah Future Star Elite Pro Academy (EPA) yang diperuntukkan bagi pemain kelahiran 2009. Tiga pemain muda Persebaya dari kategori ini telah dianalisis oleh tim Ekkono secara individu.
Mereka akan mendapatkan sesi one-on-one untuk memahami kekuatan, kelemahan, dan aspek apa saja yang perlu diperbaiki untuk mencapai potensi maksimal.
Ganesha menegaskan bahwa ini baru tahap pertama dari rangkaian program yang lebih besar. Pada Jumat (27/9), tahap kedua dari workshop pelatih akan digelar. Dia berharap 64 pelatih yang telah mengikuti workshop ini bisa menerapkan ilmu yang mereka dapatkan untuk mendesain program pengembangan yang lebih spesifik dan individual di klub mereka masing-masing.
Tujuannya adalah bagaimana setiap pelatih mampu mendesain program-program yang fokus pada pengembangan individual pemain.
Pelatih Ekkono, Miquel Naguera, yang juga terlibat dalam evaluasi kompetisi Liga Persebaya Surabaya, memberikan kesan positif tentang antusiasme dan potensi pemain muda yang ada di Persebaya Surabaya.
Menurutnya, talenta yang dimiliki cukup bagus, tetapi perlu dipoles lebih lanjut agar bakat mereka benar-benar berkembang. Observasi ini tentunya menambah keyakinan bahwa program yang dijalankan bersama Ekkono akan membawa dampak besar bagi masa depan sepak bola Persebaya Surabaya.
“Saya melihat antusias di sini sangat tinggi sekali, potensi mereka cukup baik perlu dipush lagi bakatnya agar berkembang,” jelas Mique.
Namun, siapa sebenarnya Ekkono? Apa yang membuat mereka begitu spesial sehingga klub sebesar Persebaya Surabaya memilih mereka sebagai mitra dalam pengembangan pemain mudanya?

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
