
Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster punya julukan baru, ‘The Special One’ di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram @coach.munster)
JawaPos.com — Paul Munster, pelatih asal Irlandia Utara, semakin mencuri perhatian di kancah sepak bola Indonesia bersama Persebaya Surabaya. Hingga pekan keenam Liga 1 Indonesia 2024/2025, Munster sukses membawa Green Force ke puncak klasemen dengan torehan lima kemenangan dan satu hasil imbang.
Dalam perjalanannya, Munster mulai disandingkan dengan salah satu pelatih terbaik dunia, José Mourinho, bahkan dijuluki ‘The Special One’ oleh para suporter dan pengamat.
Sebutan tersebut muncul bukan tanpa alasan. Gaya permainan pragmatis dan fokus pada hasil yang diterapkan Munster di Persebaya Surabaya mengingatkan banyak orang pada strategi yang kerap diusung Mourinho, yang terkenal dengan filosofi “menang dengan cara apapun.”
Gaya ini terbukti efektif membawa Persebaya Surabaya tampil solid di awal musim, meski masih banyak yang mempertanyakan apakah Munster bisa mempertahankan konsistensinya hingga akhir kompetisi.
Meski berada di puncak klasemen dengan torehan 16 poin dari enam pertandingan, Munster tetap merendah. Ia menegaskan bahwa perjalanan Persebaya Surabaya masih panjang, dan timnya harus tetap fokus satu pertandingan ke pertandingan lainnya.
“Kami fokus pada pertandingan terdekat, sekarang fokus kami adalah Dewa United. Kami tidak mau berpikir terlalu jauh ke depan,” ujar Munster.
Keberhasilan Persebaya Surabaya dalam enam laga awal bukan hanya kebetulan. Munster membawa filosofi permainan disiplin yang menekankan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan.
Hasilnya, dari enam pertandingan, Persebaya Surabaya hanya kebobolan dua gol dan mencetak tujuh gol. Catatan defensif yang impresif ini menjadi salah satu kunci sukses Green Force merangsek ke puncak klasemen.
Namun, Munster tidak mau terjebak dalam euforia sesaat. Ia tahu bahwa mempertahankan konsistensi adalah tantangan terbesar bagi timnya. "Perjalanan masih panjang, perjalanan akan selalu sulit," kata Munster.
Pelatih berusia 42 tahun ini sangat sadar bahwa Liga 1 Indonesia adalah kompetisi yang panjang dan penuh kejutan. Setiap pertandingan adalah tantangan baru, dan Munster selalu menekankan pentingnya mempersiapkan tim secara matang untuk menghadapi setiap lawan, tanpa memandang remeh siapapun.
Gaya permainan yang diterapkan Munster di Persebaya Surabaya memang kerap dibandingkan dengan pendekatan José Mourinho, terutama dalam hal fokus pada hasil akhir ketimbang tampilan permainan indah.
Netizen di media sosial pun ramai memberikan julukan “Mourinho-nya Liga 1” kepada Munster. Beberapa komentar bahkan menyebut bahwa gaya permainan Munster mirip dengan strategi tim-tim Eropa di Euro 2024, yang cenderung lebih pragmatis dan taktik bertahan.
“Pelatih Eropa yang nerapin gaya main tim-tim Eropa di Euro 2024 kemarin, bosenin yang penting hasil,” ujar salah satu netizen di kolom komentar @vidiosports.
Komentar ini mencerminkan bahwa meskipun tidak selalu tampil menyerang dengan permainan atraktif, Paul Munster mampu memberikan hasil yang memuaskan. Baginya, yang terpenting adalah kemenangan, bukan sekadar memanjakan mata suporter dengan permainan indah.
Namun, tidak sedikit pula yang menganggap bahwa Munster layak mendapat apresiasi lebih tinggi. Salah satu netizen menyebutkan, “Ini bukan si jenius, tapi 'The Special One’,” menegaskan bahwa Munster punya kualitas khusus yang membuatnya pantas disandingkan dengan Mourinho. “The best coach in Liga 1,” komentar netizen lainnya yang tak ragu mengakui kehebatan Munster di Liga 1.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
