
Andhika Ramadhani telah menunjukkan dedikasi dan militansinya dalam menjaga gawang Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@cakdhik)
JawaPos.com — Perjalanan Andhika Ramadhani menjadi kiper andalan Persebaya Surabaya bukanlah hal yang mudah. Kiper asli Surabaya ini telah melalui berbagai rintangan, bahkan hingga terkapar dan keluar keringat dingin di lapangan saat latihan.
Salah satu momen yang menguji mental dan fisiknya terjadi pada 2021, tepatnya ketika dia dipastikan absen dalam laga penting melawan Persib Bandung, meskipun tidak mengalami cedera.
Segalanya bermula pada sesi official training (OT) yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pada awal sesi latihan, Andhika terlihat baik-baik saja dan ikut dalam pemanasan.
Namun, tiba-tiba kondisinya menurun drastis. Pelatih kiper Persebaya Surabaya, Benny van Breukelen, melihat Andhika keluar keringat dingin dan langsung memutuskan untuk menghentikan partisipasinya dalam latihan. “Andhika tiba-tiba keluar keringat dingin. Saya khawatir. Langsung saya suruh dia berhenti latihan,” ujar Benny dikutip dari koran Jawa Pos edisi 8 Desember 2021.
Andhika sebenarnya sudah merasa demam sejak malam sebelumnya, namun memaksakan diri untuk tetap hadir di sesi latihan. Ini adalah bukti dari dedikasinya yang tinggi terhadap tim.
Namun, Benny tidak mau mengambil risiko. Dengan Andhika yang sakit, pilihan jatuh kepada Ernando Ari Sutaryadi yang baru saja pulih dari cedera bahu untuk mengawal gawang Persebaya Surabaya.
Perlahan namun pasti, Andhika mulai menunjukkan perkembangan pesat dalam kariernya bersama Persebaya Surabaya. Meski sempat berada di bayang-bayang Ernando Ari, Andhika tidak menyerah. Dia terus bekerja keras, menunggu waktu yang tepat untuk membuktikan kemampuannya.
Momen pembuktian Andhika untuk kesekian kalinya terjadi dalam laga terbaru Persebaya Surabaya melawan PSBS Biak pada 22 September 2024. Dalam pertandingan tersebut, Andhika tampil luar biasa dan berhasil menjaga gawang Persebaya Surabaya tetap bersih dari kebobolan.
Ini adalah kali pertama Andhika mencatat clean sheet di musim 2024/2025. Melawan gempuran lini depan PSBS yang dimotori Todd Rivaldo Ferre, Kelly Sroyer, dan Arganaraz, Andhika mampu membukukan tujuh penyelamatan krusial yang memastikan kemenangan tipis 1-0 untuk Green Force.
Penampilan impresif Andhika di bawah mistar gawang membuat para pendukung Persebaya Surabaya, Bonek, memberikan pujian tinggi. Mereka melihat bagaimana Andhika berjuang keras menjaga gawangnya dari gempuran lawan. Lini pertahanan Persebaya Surabaya, yang dikomandoi Slavko Damjanovic, Kadek Raditya, Mikael Tata, dan Ardi Idrus, memang bermain solid. Namun, tanpa kehadiran Andhika di belakang mereka, hasil yang diperoleh mungkin akan berbeda.
Andhika sendiri mengaku puas dengan performanya dalam laga tersebut. “Alhamdulillah. Kita mendapatkan hasil yang baik, tiga poin. Ini hasil yang luar biasa, mengingat kami sebenarnya sangat kecapekan, tidak sempat berlatih setelah pertandingan lawan Persis (besoknya recovery), besoknya lagi sudah terbang ke Bali, besoknya official training, lalu bertanding. Dan, itu kami jalani sejak jeda FIFA Matchday berakhir, benar-benar melelahkan. Salut untuk perjuangan seluruh pemain, pelatih, dan ofisial Persebaya,” ujar Andhika dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Perjalanan Andhika menuju persaingan kiper utama tidak terjadi dalam semalam. Dia telah berada di tim utama Persebaya Surabaya selama beberapa tahun, namun sering kali berada di balik bayang-bayang Ernando Ari.
Meski begitu, Andhika tidak pernah menyerah. Dia terus berlatih keras, memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan untuk menunjukkan potensinya.
Pada musim 2024/2025, kesempatan besar akhirnya kembali datang ketika Ernando Ari harus absen karena sakit. Paul Munster, pelatih kepala Persebaya Surabaya, memberikan kepercayaan kepada Andhika untuk mengisi posisi penjaga gawang.
Kepercayaan ini dijawab dengan penampilan gemilang, khususnya dalam dua pertandingan terakhir. Dalam laga melawan Persis, meskipun kebobolan satu gol, Andhika tetap tampil solid dan membantu Persebaya Surabaya meraih kemenangan 2-1.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
