
Potret kelompok suporter Viking Persib Club saat demo di depan Kantor Manajemen Persib.
JawaPos.com - Viking Persib Club (VPC) merespons pernyataan resmi manajemen Persib Bandung terhadap hasil investigasi sementara kasus dugaan intimidasi terhadap suporter. VPC menyatakan ketidakpuasannya terhadap rilia resmi tersebut.
Persoalan dugaan intimidasi terhadap suporter yang dilakukan oleh oknum pemain/suporter masih menjadi bola panas. Sejauh ini belum ada titik terang yang terlihat dari proses penelusuran atau investigasi yang dilakukan.
Manajemen Persib dalam keterangan resminya pada Minggu (22/9) sore mengungkapkan, hasil investigasi sementara menemukan bahwa insiden itu terjadi setelah oknum suporter melakukan provokasi dengan teriakan kasar dan ujaran kebencian terhadap pemain Persib di tribune VIP.
Akibatnya, situasi di area balkon tribune ViP jadi kurang kondusif. Petugas steward yang berjaga langsung mengamankan oknum suporter untuk menghindari gesekan antar suporter di tribun semakin meluas. Pihak steward juga sebelumnya sudah mendokumentasikan tiket dan KTP oknum suporter tersebut sebagai pegangan data.
Sementara terkait dugaan intimidasi dan pelecehan verbal, tim investigasi Persib masih bertugas dan melakukan pendalaman antara lain pengumpulan data, bukti, klarifikasi dengan para saksi, dan pihak yang diduga terlibat.
Pernyataan resmi itu tidak membuat VPC puas. Alih-alih membuahkan hasil dan menguak fakta, menurut mereka, hasil investigasi malah seakan menyalahkan suporter yang menjadi korban.
"Dari hasil yang dikeluarkan, kita terus terang kurang puas dengan hasil rilisnya karena belum menyentuh akar permasalahan," kata Tobias Ginanjar, ketua VPC saat dihubungi JawaPos.com, Senin (23/9).
"Karena kan yang sebenarnya harus dicari tahu itu ada kejadian apa di lorong dan di locker roomnya. Baiknya itu disampaikan, malah rilisnya hanya menyalakan korban," jelas Tobias.
Karena itu, VPC telah mengeluarkan sikap merespons pernyataan resmi terbaru dari manajemen Persib. Ada lima poin yang diutarakan, salah satunya mendorong agar PT Persib Bandung Bermartabat membentuk tim investigasi baru.
"Kami bersepakat bahwa kita mendorong agar secepatnya PT PBB membentuk tim investigasi yang berisi bukan hanya dari pihak internal mereka, tapi ada juga orang luar yang kompeten, termasuk Bobotoh, untuk sama-sama menginvestigasi ada kejadian apa di lorong dan locker room," jelas Tobias Ginanjar.
Menurut Tobias, tim investigasi baru itu diperlukan karena saat ini, Bobotoh dan segenap pengurus VPC meragukan integritas tim investigasi bentukan manajemen. Mereka meragukan transparansi yang dilakukan dalam penyelidikan.
"Kalau dari kita sih dengan adanya kemarin kita jadi agak ragu ini investigasinya bisa transparan dan membuka fakta yang sebenarnya," ucap Tobias.
"Oleh karena itu kita mendorong dibentuk tim investigasi bersama yang isinya bukan hanya dari internal Persib tapi juga melibatkan pihak luar yang kompeten sekaligus ada perwakilan Bobotoh juga di dalamnya biar sama-sama terbuka, sama-sama bisa mencari fakta yang sebenarnya," pungkasnya.
Ketika ditanya mengenai sanksi terhadap pelaku intimidasi, Tobias Ginanjar mengaku belum bisa memberikan jawaban. Sebab, dia ingin tahu lebih detail dahulu fakta yang ada baru bicara soal hukuman.
"Kalau sanksi tentunya harus menyesuaikan dengan fakta yang nanti muncul ya. Jadi dari fakta yang muncul nanti kita harap sanksinya itu proporsional sesuai dengan apa yang diperbuat," pungkas Tobias.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
