
Putra Mars berhasil ke puncak klasemen sementara Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP) 2018 Seri B berkat kemenangan 3-2 atas Maesa di Lapangan Persebaya, Karanggayam (26/8/2018). (Persebaya.id)
JawaPos.com — Perjalanan karier pesepak bola muda biasanya dimulai dari level paling dasar, dan itulah yang dialami Toni Firmansyah, bintang muda Persebaya Surabaya yang tengah menanjak namanya.
Di usia 19 tahun, Toni telah berhasil mencatatkan namanya sebagai salah satu pemain andalan Persebaya Surabaya. Dia telah mencetak gol dalam debutnya bersama Timnas Indonesia U-20.
Namun, sebelum mencapai puncak ini, Toni telah melalui perjalanan panjang yang dimulai dari klub internal Persebaya Surabaya, Putra Mars, yang membesarkannya sejak awal.
Putra Mars, sebuah klub internal Persebaya Surabaya yang berbasis di Kelurahan Benowo, Surabaya Barat, menjadi tempat di mana bakat Toni pertama kali ditempa.
Sebagai klub lokal yang berfokus pada pengembangan bakat muda, Putra Mars telah melahirkan banyak pemain potensial, salah satunya adalah Toni Firmansyah.
Pada 2018, Toni bergabung dengan Putra Mars saat usianya masih sangat belia. Di sanalah Toni mulai mengenal dunia sepak bola yang lebih terstruktur dan kompetitif.
Nama Putra Mars mungkin belum terlalu familiar bagi sebagian besar pencinta sepak bola nasional, tetapi bagi masyarakat di kawasan Benowo, klub ini adalah wadah bagi para pemuda untuk meraih mimpi menjadi pemain sepak bola profesional.
Klub ini berdiri dengan tujuan memberikan jalan yang lebih baik bagi pemuda lokal yang sebelumnya sering terjebak dalam aktivitas negatif. Dan, sejak berdirinya pada 1994, Putra Mars konsisten menjadi bagian penting dalam kompetisi lokal, khususnya di lingkup internal Persebaya Surabaya.
Pada akhir dekade 1970-an, Noerhadi, yang kini dikenal sebagai pemilik Putra Mars, menjadi salah satu pemain klub tersebut ketika masih aktif mengikuti turnamen antar-kelurahan. Kala itu, klub ini mewakili Kelurahan Benowo dan menjadi satu-satunya klub di kawasan Surabaya Barat. Menurut Noerhadi, nama “Putra Mars” dipilih oleh warga Benowo dengan makna yang mendalam. Kata "Putra" melambangkan Arek, yang artinya anak muda, dan "Mars" yang diartikan sebagai tinggi, mencerminkan cita-cita tinggi para pemain muda yang tergabung di dalamnya.
“Nama yang memutuskan, ya, warga Benowo. Orang di sini bilang, ’Putra’ iku Arek dan ’Mars’ iku tinggi. Jadi, arti nama Putra Mars adalah anak-anak yang memiliki cita-cita tinggi,” jelas Noerhadi dikutip dari koran Jawa Pos edisi 4 Juli 2017.
Namun, perjalanan Putra Mars sebagai klub resmi baru dimulai pada 1994 ketika Noerhadi memutuskan untuk membentuk sekolah sepak bola (SSB) setelah merasa prihatin dengan kondisi banyaknya pemuda Benowo yang sering terjerumus ke dalam kegiatan negatif.
Langkah ini didukung oleh warga setempat, dan dua tahun kemudian, Putra Mars diresmikan menjadi klub sepak bola dengan nama resmi yang hingga kini dikenal masyarakat.
Pada awalnya, para pemain Benowo bermain di bawah bendera Karang Taruna Kelurahan Benowo. Namun, demi kestabilan identitas klub, nama Putra Mars dipilih secara resmi. Warga Benowo merasa bangga dengan identitas lokal mereka, yang ditunjukkan dengan menambahkan nama Kelurahan Benowo pada jersey klub.
“Kebanggaan terhadap nama daerah juga tidak dilupakan. Lihat saja jersey kami. Ada nama kelurahan (Benowo) di bagian depan,” imbuh Noerhadi.
Setelah resmi berdiri, Putra Mars tidak langsung bergabung dengan kompetisi internal Persebaya Surabaya. Butuh sepuluh tahun sebelum klub ini akhirnya diterima sebagai bagian dari ekosistem sepak bola Surabaya yang lebih kompetitif.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
