Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 September 2024 | 21.36 WIB

PSSI Buka-bukaan Biaya Program Timnas Indonesia, Capai Rp800 Miliar dan Baru Terkumpul Setengahnya

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan keterangan usai launching Liga 2 di Pegadaian Tower, Selasa (3/9). (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan keterangan usai launching Liga 2 di Pegadaian Tower, Selasa (3/9). (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com – Ketua Umum PSSI Erick Thohir buka-bukaan mengenai biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan program Timnas Indonesia semua kelompok usia, termasuk putri sepanjang 2024. Dia menyebut PSSI sedikitnya perlu Rp800 miliar agar bisa menjalankan program-program tersebut.

Erick Thohir menuturkan program yang dimiliki PSSI sekarang sudah tersusun rapi dengan mengedepankan keberlanjutan. Tujuannya jelas agar Timnas Indonesia dapat berkembang lebih baik.

"Program PSSI bukan program 'kagetan' tapi program kontinuitas agar tim nasional tidak kadang-kadang menang, kadang-kadang kalah. Kami ingin konsisten memberikan hasil yang terbaik," ujar Erick di Jakarta beberapa hari lalu.

Nah, untuk menjalankan itu, PSSI membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mereka membutuhkan dana mencapai Rp800 miliar. Pasalnya, pengeluaran setiap Timnas Indonesia kelompok usia maupun gender manapun pasti besar. Penggunaannya untuk memperlancar rangkaian pemusatan latihan, uji coba internasional, hingga mengikuti sebuah kejuaraan.

Pengeluaran paling besar, kata Erick Thohir, adalah perjalanan, pelayanan, penginapan/hoyel, dan makan. "Kayak (Timnas) U-17 aja sudah hampir Rp20 miliar kalo satu kamar berdua kan kali berapa ratus ribu," bebernya.

"Kalau pakai makan, (biaya) tambah lagi, ya kan pertandingan juga banyak kan. Kemarin lawan India. Itu juga kan waktu membawa tim India itu ada pengeluaran. Sama Tim U-20 juga kayak gitu," imbuh Erick Thohir.

Tapi, menurut Erick, semua biaya yang dikeluarkan itu terpuaskan karena program yang disiapkan PSSI benar-benar terjalan. Pembiayaannya pun dibuat transparan. "Dan, hasilnya ada, pemilihan pemain pun dari awal saya bilang gak ada pemain titipan," jelasnya.

"Jadi, penting karena kalo membangun tim itu karena ada kepentingan individu, ya timnya itu sendiri rusak. Jadi, para pemain juga tidak merasa ada persaingan secara sehat karena ada titip-titip. Padahal, mereka susah payah latihan dari kecil," kata Erick menambahkan.

Lantas, sudah berapa banyak uang yang PSSI kumpulkan untuk pembiayaan program Timnas Indonesia sepanjang tahun ini? Erick Thohir menyebut baru setengahnya alias Rp400 miliar.

Erick Thohir pun merinci dari mana saja Rp400 miliar tersebut didapat. "Hari kan kita dapat dari tv rights Rp70 (miliar), dari Bank Mandiri Rp80 miliar, dari pemerintah Rp120 miliar," bebernya.

"Terus penjualan tiket rata-rata Rp20 per game, berarti kalau 5 (pertandingan), udah Rp100 miliar. Lalu, dari private sector kurang lebih ada Rp100 miliar dari berbagai brand," jelas Erick Thohir.

Meski belum mencapai Rp800 miliar, Erick menilai jumlah uang yang didapat PSSI sekarang sudah cukup baik. Dia pun menegaskan ke depannya federasi akan tetap tranparan perihal pengelolaan keuangan.

"Pengelolaan PSSI transparan sekarang, tidak ada mark-up. Semua cost kita hitung, jadi supaya memang uang yang kita kumpulkan ini buat program, bukan buat kenikmatan individu atau ada hal-hal yang gak mau kita lakukan," pungkas Erick Thohir.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore