
Persebaya Surabaya punya rekor unik comeback di era Liga 1 Indonesia yang sering dikejar gol dari tim lawan. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Laga pekan ketiga Liga 1 2024/2025 mempertemukan Persebaya Surabaya dengan Barito Putera. Dalam pertandingan ini, Green Force kembali menunjukkan mental juara mereka dengan meraih kemenangan dramatis 2-1, meski sempat tertinggal lebih dahulu.
Kemenangan tersebut menambah daftar panjang rekor comeback Persebaya Surabaya yang kerap kali mengejutkan, sekaligus mengingatkan kembali bagaimana tim ini sering kali dikejar gol lawan setelah unggul.
Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo pada 23 Agustus lalu dimulai dengan kejutan. Barito Putera, tim asuhan Rahmad Darmawan, berhasil mencetak gol cepat di menit pertama lewat Lucas Morelatto.
Gol tersebut lahir dari kesalahan kiper Ernando Ari yang gagal menghalau bola dengan sempurna. Namun, Persebaya Surabaya tidak tinggal diam. Mereka segera merespons melalui serangan balik yang cepat dan terukur.
Serangan balik Green Force pada menit kedelapan hampir berbuah gol, namun sundulan Slavko Damjanovic masih melebar dari gawang Barito Putera. Tekanan demi tekanan yang diberikan Persebaya Surabaya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27.
Kesalahan pemain Barito yang menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti memberikan kesempatan kepada Bruno Moreira untuk menyamakan kedudukan. Eksekusi penalti Bruno Moreira sukses, membuat skor menjadi 1-1.
Namun, cerita belum berakhir di sana. Dalam pertandingan yang diwarnai dengan beberapa peluang emas yang terbuang, Persebaya Surabaya terus menekan. Peluang demi peluang di babak kedua tercipta, namun baru pada menit ke-95, Mohammed Rashid muncul sebagai pahlawan.
Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti tidak mampu dihalau kiper Barito, Satria Tama, sehingga memastikan kemenangan dramatis 2-1 untuk Persebaya Surabaya.
Kemenangan ini bukanlah yang pertama kali diraih Persebaya Surabaya dengan cara yang dramatis. Dalam sejarah Liga 1 Indonesia, Green Force memiliki rekam jejak yang cukup unik dalam hal comeback, baik ketika tertinggal lebih dahulu atau bahkan ketika unggul lebih dahulu namun kemudian dikejar oleh lawan.
Sejak era Liga 1 Indonesia dimulai, Persebaya Surabaya beberapa kali mencatat hasil imbang setelah unggul lebih dahulu. Berdasarkan data yang dihimpun oleh JawaPos.com, salah satu yang paling diingat adalah saat melawan Sriwijaya FC pada pekan ke-22 Liga 1 Indonesia 2017/2018.
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya sempat unggul 3-1, namun dalam tempo tujuh menit, Sriwijaya FC mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Hasil ini menjadi salah satu contoh bagaimana Persebaya Surabaya harus bekerja keras hingga akhir pertandingan untuk menjaga keunggulan.
Rekor serupa juga terjadi pada pekan ke-25 Liga 1 Indonesia 2021/2022 saat melawan Persija Jakarta. Dalam pertandingan ini, Persebaya Surabaya kembali unggul 3-1, namun Persija Jakarta berhasil menyamakan kedudukan dalam waktu sembilan menit, membuat skor akhir menjadi 3-3.
Pertandingan tersebut menjadi bukti lain bahwa Persebaya Surabaya sering kali harus menghadapi tekanan besar meski sudah unggul lebih dahulu.
Pada pekan ke-33 Liga 1 Indonesia 2022/2023, Persebaya Surabaya kembali menunjukkan drama serupa saat menghadapi Persis Solo. Setelah unggul 3-1, Persebaya Surabaya harus rela melihat keunggulan mereka terkikis, dengan Persis Solo menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dalam waktu 32 menit. Hasil ini mencerminkan betapa sulitnya bagi Persebaya Surabaya untuk mempertahankan keunggulan ketika lawan mulai menekan.
Namun, Persebaya Surabaya tidak hanya dikenal dengan comeback setelah unggul lebih dahulu, tetapi juga mampu bangkit ketika tertinggal. Salah satu contoh yang paling ikonik adalah pada pekan ke-15 Liga 1 Indonesia 2017/2018 ketika melawan Bhayangkara FC.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
