Mohammed Rashid jadi salah satu aktor tajamnya lini tengah Persebaya Surabaya. (Instagram @officialpersebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya memulai Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan performa yang impresif, meraih 7 poin dari tiga pertandingan awal. Hasil ini tidak hanya menempatkan mereka di papan atas klasemen sementara, tetapi juga memperlihatkan dominasi Green Force, terutama saat bermain di kandang mereka, Stadion Gelora Bung Tomo. Di bawah kepemimpinan pelatih Paul Munster, Persebaya Surabaya membuktikan bahwa mereka tidak hanya tangguh dalam pertahanan, tetapi juga sangat berbahaya dalam menyerang.
Hingga pekan ketiga, Persebaya Surabaya mencatatkan rekor sebagai tim dengan jumlah shots on target terbanyak di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Dengan total 19 tembakan tepat sasaran dari tiga pertandingan, rata-rata 6,33 shots on target per pertandingan, Persebaya Surabaya berhasil memecahkan rekor tersebut. Capaian ini menunjukkan bahwa skuat asuhan Paul Munster bukan hanya solid di lini belakang, tetapi juga sangat produktif dalam menciptakan peluang berbahaya di depan gawang lawan.
Statistik ini semakin menegaskan kembalinya angkernya Stadion Gelora Bung Tomo sebagai rumah bagi Persebaya Surabaya. Dua kemenangan yang mereka raih di kandang menambah catatan tak terkalahkan Green Force di awal musim. Produktivitas Persebaya Surabaya di depan gawang lawan terlihat semakin matang, terbukti dengan dominasi shots on target yang mereka bukukan. Para pemain Persebaya Surabaya tampaknya sangat nyaman dengan taktik yang diterapkan oleh Paul Munster, terutama dalam membangun serangan.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Lapangbola, berikut adalah klasemen sementara tim-tim dengan shots on target terbanyak di Liga 1 Indonesia 2024/2025:
Persebaya Surabaya – 19 shots on target (3 pertandingan, rata-rata 6,33 per pertandingan)
Persib Bandung – 15 shots on target (3 pertandingan, rata-rata 5,0 per pertandingan)
Dewa United FC – 15 shots on target (3 pertandingan, rata-rata 5,0 per pertandingan)
Arema FC – 15 shots on target (3 pertandingan, rata-rata 5,0 per pertandingan)
PSM Makassar – 14 shots on target (3 pertandingan, rata-rata 4,67 per pertandingan)
Capaian ini memperlihatkan bagaimana Persebaya Surabaya berhasil mengungguli tim-tim kuat lainnya seperti Persib Bandung dan PSM Makassar dalam hal produktivitas serangan. Dengan jumlah shots on target yang jauh lebih banyak dibandingkan tim-tim lain, Persebaya Surabaya menunjukkan konsistensi mereka dalam memberikan tekanan konstan kepada lawan.
Keberhasilan Persebaya Surabaya dalam memecahkan rekor shots on target tentu tak lepas dari peran para pemain kunci di lini depan. Pemain seperti Bruno Moreira, yang sudah mencetak dua gol hingga pekan ketiga, menjadi ujung tombak serangan Persebaya Surabaya. Ketajamannya dalam mencari ruang di kotak penalti lawan, ditambah dengan kemampuan pemain lain seperti Flavio Silva dan Mohammed Rashid, menjadikan lini depan Persebaya Surabaya sebagai ancaman serius bagi setiap tim yang mereka hadapi.
Namun, dominasi Persebaya Surabaya di depan gawang lawan tidak hanya berkat para penyerang. Lini tengah mereka, yang dikomandoi oleh Francisco Rivera, juga berperan besar dalam membantu serangan dengan memberikan suplai bola yang akurat kepada para penyerang. Francisco Rivera sering menjadi kreator serangan yang memudahkan rekan-rekannya untuk menembus pertahanan lawan. Peran lini tengah ini sangat krusial dalam menjaga aliran bola dan menciptakan peluang emas yang akhirnya berujung pada shots on target.
Pelatih Paul Munster tampaknya telah berhasil menemukan formula yang tepat untuk mengoptimalkan potensi serangan Persebaya Surabaya. Di bawah arahannya, tim ini tampil lebih agresif dan efisien dalam memanfaatkan peluang. Paul Munster telah menerapkan strategi menyerang yang memaksimalkan kecepatan transisi permainan, dari pertahanan langsung ke serangan balik. Pola ini membuat Persebaya Surabaya sering kali bisa mengejutkan lawan dengan serangan cepat yang menghasilkan banyak peluang gol.
Selain itu, kedalaman skuad Persebaya Surabaya juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka di awal musim ini. Pemain pengganti yang masuk di babak kedua mampu menjaga intensitas permainan, sehingga Persebaya Surabaya tetap agresif sepanjang pertandingan. Dengan strategi rotasi yang efektif, Paul Munster mampu menjaga kebugaran pemain-pemain kuncinya agar tetap prima dalam setiap pertandingan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
