
Ilustrasi wasit VAR di Indonesia. (ANTARA/Donny Aditra)
JawaPos.com – Video Assistant Referee (VAR) resmi digunakan dalam Liga 1 musim ini. Adanya VAR di kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia itu tidak tiba-tiba diterapkan begitu saja, melainkan sudah diuji coba saat babak Championship Series musim lalu.
Penggunaan VAR pada Liga 1 musim ini dinilai banyak pihak menghadirkan dampak positif bagi persepakbolaan nasional.
Efeknya adalah wasit bisa semakin tegas dalam mengambil keputusan dalam suatu pertandingan. Apalagi, jika terdapat momen-momen yang menjadi perdebatan, hadirnya VAR bisa meminimalisir terjadinya keputusan yang keliru.
Misalnya ketika laga Liga 1 antara Persija Jakarta menghadapi Persis Solo di JIS, Sabtu (24/8), saat adanya potensi terjadinya pelanggaran di kotak penalti.
Pada awal babak kedua, terjadi perebutan bola antara bek Persija, Rizky Ridho dan striker Persis, Ramadhan Sananta, yang terjadi begitu cepat. Sananta pada momen itu sempat meneriakkan terjadinya handball.
Laga sempat dilanjutkan, namun wasit Steven Yubel Poli menghentikan pertandingan pada menit ke-51 setelah mendapatkan arahan dari wasit VAR, Sance Lawita. Checking VAR pun dilakukan.
Saat peninjauan VAR, bola menang terlihat mengenai tangan Rizky Ridho. Wasit akhirnya menunjuk titik putih untuk tendangan penalti bagi Persis.
Eksekusi penalti berhasil dijalankan dengan baik oleh Moussa Sidibe dan merubah skor menjadi 1-0 untuk Persis Solo.
Menurut Supervisor Football Technology PT Liga Indonesia, Ahmad Ikrom, penggunaan VAR adalah langkah yang tepat untuk membantu wasit menghasilkan keputusan yang akurat.
“Kita bersyukur penggunaan VAR sudah sesuai rencana dan berjalan lancar dan bisa mendukung menghasilkan keputusan wasit yang akurat. Memang ada beberapa pertandingan yang tidak memakai tinjauan VAR karena keputusan wasit yang diambil sudah tepat,” kata Ahmad Ikrom seperti dikutip dari laman resmi Liga Indonesia Baru.
Meskipun dalam beberapa kesempatan wasit mengambil keputusan tanpa dibantu VAR, namun wasit VAR tetap mengecek setiap insiden yang terjadi selama pertandingan berlangsung.
Sebagai informasi, VAR adalah sebuah teknologi yang membantu wasit dalam mengambil keputusan berdasarkan tayangan ulang berbasis video.
VAR pertama kali digunakan saat Piala Dunia 2018 di Rusia. Sejak itu, liga-liga top Eropa menggunakan VAR di setiap pertandingannya.
Dikutip dari Antara, di Indonesia, VAR pertama kali digunakan saat menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 tahun 2023. Sedangkan untuk Liga 1 semusim penuh, VAR baru diterapkan musim ini.
Untuk kompetisi Liga 1, Indonesia memiliki 13 wasit yang berlisensi VAR dan 22 orang berlisensi asisten wasit VAR.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
