
Francisco Rivera jadi pemain kunci Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Barito Putera di pekan ketiga Liga 1 Indonesia 2024/2025, sebuah hasil yang tentunya membuat Bonek, pendukung setia Persebaya Surabaya, bersorak di Stadion Gelora Bung Tomo.
Namun, di balik kebahagiaan itu, banyak yang pulang dengan perasaan geregetan. Kemenangan yang diraih dengan kerja keras menghadapi Barito Putera, yang bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-25, masih belum mampu menutupi ketidakpuasan terhadap permainan Persebaya Surabaya yang dianggap belum padu.
Gol pembuka dari Bruno Moreira melalui titik putih memang menjadi penyelamat setelah bek Barito melakukan pelanggaran di kotak penalti. Meski demikian, dominasi Persebaya Surabaya yang mencapai ball possession sebesar 61 persen dan melepaskan 21 tembakan ke arah gawang, hanya membuahkan dua gol. Ini menjadi cerminan dari peluang-peluang yang terbuang sia-sia, selain juga penampilan gemilang dari kiper Barito Putera, Satria Tama.
Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, mengakui timnya masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Namun, dia tetap memberikan apresiasi atas kerja keras para pemain di sepanjang laga. Menurutnya, semangat juang tanpa henti dari para pemainnya layak mendapatkan kemenangan ini. Mereka terus menciptakan peluang hingga akhirnya mampu menuntaskan laga dengan dua gol, salah satunya dari open play.
“Kami sangat bahagia dengan kemenangan ini. Kami menciptakan banyak peluang gol, hingga akhirnya tercipta dua gol, salah satunya dari open play,” kata Munster. “Mereka bermain luar biasa, percaya diri, berjuang sampai akhir, kami layak mendapatkan kemenangan ini,” lanjutnya.
Sejak menit pertama, Barito Putera memulai laga dengan kejutan ketika Lucas Morelatto berhasil memanfaatkan kesalahan Ernando Ari. Penyerang Barito itu menyontek bola ke gawang yang kosong setelah Ernando gagal menyapu bola dengan sempurna. Sejak saat itu, Barito Putera langsung mengubah strategi menjadi bertahan dengan menumpuk pemain di belakang, yang biasa dikenal dengan istilah ‘parkir bus’.
Beruntung bagi Persebaya Surabaya, kesalahan fatal dari bek Barito pada menit ke-25 membuat Persebaya Surabaya mendapatkan hadiah penalti sekaligus kartu merah untuk pemain lawan. Bruno Moreira, yang tampil sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik, mengubah skor menjadi 1-1.
Namun, meskipun unggul jumlah pemain, Persebaya Surabaya masih kesulitan untuk menembus pertahanan rapat Barito Putera. Dua tembakan keras Mohammed Rashid yang mengarah tepat ke gawang berhasil diblok dengan apik oleh Satria Tama. Begitu pula peluang dari Flavio Silva, Bruno Moreira, dan Francisco Rivera, yang tak berujung gol.
Dalam laga ini, Munster menekankan pentingnya mentalitas kemenangan yang selalu diusung oleh Persebaya Surabaya. Menurutnya, terkadang mentalitas tersebut berhasil dijalankan dengan baik, dan terkadang tidak. Namun, di malam itu, meskipun harus berjuang sampai menit akhir, kemenangan tetap berhasil diraih berkat kerja keras para pemain yang saling percaya dan mendukung satu sama lain.
“Mentalitas kami di Persebaya selalu menang untuk setiap pertandingan. Kadang itu berjalan baik, kadang tidak. Malam ini itu berjalan baik, kami meraih kemenangan meski harus berjuang sampai ujung pertandingan,” ucap Munster.
Di balik kemenangan tersebut, ada satu nama yang mencuri perhatian: Francisco Rivera. Playmaker mungil asal Meksiko ini berhasil menunjukkan magisnya di lapangan dengan mengukuhkan diri sebagai raja umpan kunci dalam skuad Persebaya Surabaya.
Francisco Rivera menjadi otak permainan Green Force, mengalirkan bola dengan presisi dan ketenangan yang luar biasa, bahkan di tengah tekanan lawan.
Francisco Rivera yang baru bergabung dengan Persebaya Surabaya di awal musim ini langsung mencatatkan statistik gemilang. Berdasarkan data dari Sofascore, Francisco Rivera memimpin daftar pemain Persebaya Surabaya dengan jumlah umpan kunci tertinggi per pertandingan, mencapai angka 3.0.
Angka ini jauh melampaui rekan-rekannya seperti Bruno Moreira dan Mohammed Rashid yang hanya mencatatkan 1.0 umpan kunci per pertandingan. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran Francisco Rivera dalam mengatur serangan Persebaya Surabaya dari lini tengah.
Francisco Rivera | Midfielder | 3.0

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
