
Mikael Tata tampil cukup baik di flank Persebaya Surabaya baik ketika menyerang maupun bertahan. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Pertandingan pekan ketiga Liga 1 Indonesia 2024/2025 antara Persebaya Surabaya dan Barito Putera menyajikan drama seru yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Laga yang digelar pada 27 Agustus 2024 pukul 19.00 WIB itu menyedot perhatian banyak pihak.
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan dramatis dengan skor 2-1. Namun, di balik kemenangan itu, pelatih Paul Munster mengungkapkan adanya kelemahan dalam taktik yang digunakan Persebaya Surabaya, terutama di babak pertama.
Barito Putera di bawah asuhan Rahmad Darmawan berhasil membuat Persebaya Surabaya kesulitan sejak menit awal. Bahkan, Barito Putera mencetak gol cepat yang membuat Persebaya Surabaya harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan.
Gol pembuka dari Barito Putera menjadi peringatan bagi Persebaya Surabaya bahwa masih ada celah yang harus dibenahi dalam taktik mereka, terutama saat menghadapi tim yang bermain dengan pertahanan solid menggunakan strategi middle block dan low block.
Gol kemenangan Persebaya Surabaya sendiri dicetak oleh dua pemain andalan mereka, Bruno Moreira dan Mohammed Rashid. Bruno mencetak gol pertama melalui eksekusi penalti pada menit ke-27, sementara Rashid berhasil memastikan kemenangan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-90+5.
Meski kemenangan ini membawa tiga poin penuh untuk Persebaya Surabaya, Paul Munster tampaknya belum sepenuhnya puas dengan performa timnya.
Paul Munster dengan blak-blakan mengakui Persebaya Surabaya sempat kesulitan menembus rapatnya pertahanan Barito Putera. Dalam konferensi pers pasca laga, Paul Munster mengungkapkan bahwa taktik middle block dan low block yang diterapkan Barito Putera menjadi batu sandungan bagi Persebaya Surabaya di babak pertama. Dia menyoroti timnya harus terus memperbaiki cara bermain agar tidak terjebak dalam kesulitan serupa di pertandingan-pertandingan mendatang.
“Kami telah melihat taktiknya. Mereka (Barito Putera) menggunakan middle block dan low block. Terkadang ketika Anda melakukan kesalahan teknis, itu lebih sulit karena ketika Anda berada di posisi bawah, sulit untuk menerobos. Jadi kami harus melakukan permainan cepat,” ujar Paul Munster dalam sesi konferensi pers.
Taktik middle block dan low block memang menjadi strategi yang umum digunakan oleh tim-tim yang ingin memperkuat pertahanan mereka, terutama ketika menghadapi tim dengan kemampuan menyerang yang kuat seperti Persebaya Surabaya.
Taktik ini menempatkan banyak pemain di area pertahanan, mempersempit ruang gerak lawan, dan memaksa mereka untuk mengandalkan kreativitas serta ketepatan dalam membongkar pertahanan lawan.
Bagi Persebaya Surabaya, yang kerap mengandalkan umpan-umpan panjang atau long ball untuk membuka ruang di sepertiga akhir lapangan, strategi ini membuat mereka kesulitan menemukan celah di antara barisan bek lawan.
Paul Munster juga menyebut Persebaya Surabaya harus melakukan perubahan taktik di babak kedua untuk bisa menemukan solusi atas masalah ini. Dia menekankan pentingnya bermain cepat dan menjaga keseimbangan dalam transisi dari menyerang ke bertahan.
“Babak kedua, kami juga mengubahnya. Pikirkan dua tiga kali (pergantian taktik), kami mengubah taktik karena kami tahu akan sulit untuk menerobos, tetapi kami yakin kami akan mendapatkan peluang. Dan, ketika kami melakukannya, kami perlu mencetak gol. Tetapi, penting juga bagi kami untuk tidak kebobolan,” jelas Paul Munster.
Dalam permainan modern, kecepatan dalam transisi dan kemampuan untuk menembus pertahanan yang solid menjadi kunci keberhasilan sebuah tim. Munster mengakui timnya harus terus mengasah kemampuan tersebut jika ingin tetap kompetitif di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Pelatih asal Irlandia Utara itu juga menyebut timnya harus lebih tajam dalam penyelesaian akhir. Untungnya, pada pertandingan melawan Barito Putera, Mohammed Rashid berhasil melepaskan tiga tembakan hebat, dengan salah satunya berhasil mengunci kemenangan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
