
Laga Persebaya Surabaya vs Malut United di pekan kedua Liga 1 Indonesia 2024/2025 resmi digelar tanpa penonton. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Malut United yang seharusnya menjadi ajang adu gengsi di lapangan, terpaksa digelar tanpa penonton. Keputusan ini diumumkan oleh Komisi Disiplin PSSI, membuat para pendukung kedua tim—khususnya Bonek, suporter setia Persebaya—tidak bisa menyaksikan secara langsung pertandingan yang akan digelar di Stadion Madya Jakarta pada Jumat, 16 Agustus 2024 pukul 15.30 WIB.
Kendati demikian, para pendukung Persebaya tidak patah semangat. Melalui media sosial, mereka merespons dengan penuh kreativitas, bertekad untuk mendukung tim kesayangan mereka dari tempat yang berbeda: warung kopi atau lebih akrab disebut warkop.
Keputusan untuk menggelar pertandingan tanpa penonton ini datang sebagai kejutan yang tidak menyenangkan bagi banyak pihak. Namun, sesuai regulasi yang diterapkan, Malut United harus menjalani hukuman ini tanpa kehadiran penonton, baik dari kubu tuan rumah maupun tim tamu.
Penyebab utama keputusan ini memang belum sepenuhnya jelas bagi sebagian besar penggemar sepak bola, terutama Bonek yang merasa kecewa karena tidak bisa memberikan dukungan langsung dari tribun stadion.
Melalui akun Instagram @persebayafans27, yang merupakan salah satu komunitas suporter Persebaya, ajakan untuk tetap mendukung Persebaya dengan cara yang berbeda disampaikan kepada para Bonek. "TANPA PENONTON! Berdasarkan hasil keputusan Komisi Disiplin PSSI, pertandingan home pertama Malut United di Liga 1 2024/25 tidak dapat dihadiri penonton tuan rumah maupun tim tamu (sesuai regulasi). Tidak perlu memaksakan untuk berangkat. Penuhi warkop-warkop kesayanganmu, yuk!" tulis mereka dalam sebuah unggahan yang langsung mendapat respons beragam dari para pengikutnya.
Ajakan untuk memenuhi warkop ini bukanlah hal baru dalam kultur suporter sepak bola Indonesia. Warkop sering kali menjadi tempat berkumpul yang nyaman untuk menonton pertandingan bersama, berbagi kegembiraan, ketegangan, bahkan kekecewaan saat tim kesayangan berlaga.
Kali ini, warkop-warkop di Surabaya dan mungkin kota-kota lain yang menjadi basis suporter Persebaya, diprediksi akan penuh dengan Bonek yang ingin memberikan dukungan penuh dari jauh.
Kekecewaan dan ketidakpahaman terhadap keputusan ini menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen yang mempertanyakan dasar regulasi yang digunakan oleh PSSI dalam menjatuhkan sanksi ini.
Salah satu komentar yang mencerminkan kebingungan dan kekecewaan itu berbunyi, “Emang regulasi nya yg mana? Apakah lagi jalanin sanksi Malut nya???” tulis seorang netizen yang tampak bingung dengan dasar keputusan tersebut.
Tidak hanya kebingungan, beberapa netizen juga mengekspresikan ketidaksetujuan mereka dengan nada humor dan sindiran. Seorang netizen lain menulis, “Ngomong soal regulasi tapi tetep nabrak regulasi, lah iku malut gk nduwe stadion yo dipekso lolos liga1. Ajooor,” dengan nada sarkastik yang mencerminkan ketidakpuasan terhadap keputusan yang dianggap tidak konsisten.
Selain itu, ada juga netizen yang menyoroti potensi ancaman yang mungkin ditimbulkan oleh kehadiran Persebaya di Liga 1 musim ini. “Mulai ketakutan tim lain…persebaya saat ini beda, pasti juara,” tulis salah satu netizen yang optimis dengan performa tim kebanggaannya.
Komentar ini menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dari para pendukung Persebaya terhadap kemampuan tim mereka, meskipun harus bertanding tanpa dukungan langsung di stadion.
Meskipun tidak dapat hadir langsung di stadion, semangat Bonek untuk memberikan dukungan penuh kepada Persebaya tidak surut. Bahkan, beberapa dari mereka bertekad untuk meraih kemenangan dengan cara yang berbeda, yakni dengan memadati warkop-warkop di sekitar mereka dan menonton pertandingan secara bersama-sama. "Gowo 3 poin...dari jakarta ...wlapum musuh nya bukan PERSIJA,” tulis seorang netizen, yang menegaskan keyakinan bahwa Persebaya tetap bisa meraih hasil positif meski harus berlaga tanpa kehadiran para suporter di stadion.
Kondisi ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan antara Persebaya dan suporternya. Meskipun terpisah oleh jarak dan keputusan regulasi, semangat untuk mendukung tim kebanggaan tetap tidak padam.
Bonek, dengan segala kreativitas dan kecintaannya, selalu menemukan cara untuk memberikan dukungan, baik di stadion maupun dari tempat lain seperti warkop.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
