
Uston Nawawi kini jadi asisten pelatih Persebaya Surabaya bersama Paul Munster meraih kejayaan di Liga 1 Indonesia. (persebaya.id)
JawaPos.com — Penampilan apik Persebaya Surabaya di ajang Liga Kansas Indonesia membawa berkah besar bagi para pemainnya. Lima penggawa Persebaya dipanggil masuk timnas proyeksi SEA Games 1997 di Jakarta.
Mereka adalah Aji Santoso, Eri Irianto, Bejo Sugiantoro, Khairil Anwar, dan Uston Nawawi. Dari kelima pemain tersebut, hanya Uston yang belum pernah dipanggil timnas sebelumnya, membuat pemanggilannya menjadi kejutan tersendiri.
Bejo Sugiantoro dan Eri Irianto adalah pemain langganan timnas, sementara Aji Santoso bahkan sudah membela timnas pada SEA Games sebelumnya.
Khairil Anwar sempat dipanggil untuk seleksi timnas proyeksi SEA Games sebelumnya, meskipun gagal lolos. Namun, pemanggilan Uston Nawawi yang mencuri perhatian publik, karena sang pelatih Persebaya, Rusdy Bahalwan, mengaku tidak pernah mengusulkan nama mantan pemain tim Bareti yang sempat berguru ke Italia tersebut. Namun, PSSI tetap memanggil pemain kelahiran Sidoarjo itu.
Uston Nawawi adalah pemain yang memiliki talenta luar biasa. Ketika moncer di Persebaya Surabaya, performanya di lapangan begitu memukau. Kecepatan, ketangguhan, dan insting mencetak golnya menjadikannya aset berharga bagi tim.
Meskipun banyak yang meragukan kemampuannya pada awalnya, Uston membuktikan bahwa dirinya pantas mendapat panggilan memperkuat skuad Garuda.
Perjalanan karier Uston di Persebaya tidaklah mudah. Sebelum bergabung dengan Persebaya, Uston sempat bermain untuk tim PSSI Baretti yang menimba ilmu sepak bola di Italia.
Uston dengan cermat memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar dan meningkatkan kemampuannya di Italia, sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi seorang pemain muda.
Ketika kembali ke Indonesia, Uston bergabung dengan Persebaya dan segera menunjukkan potensinya. Di bawah asuhan Rusdy Bahalwan, Uston berkembang pesat dan menjadi salah satu pemain kunci di tim.
Keberhasilan Persebaya di Liga Kansas Indonesia tidak terlepas dari kontribusi besar Uston di lini depan. Gol demi gol yang dicetaknya membantu Persebaya meraih kemenangan demi kemenangan.
Namun, pemanggilan Uston ke timnas tidak sepenuhnya disambut dengan tangan terbuka. Banyak yang meragukan kemampuannya untuk bersaing di level internasional, mengingat pengalamannya yang terbatas di kancah nasional.
Kendati begitu, Uston tidak pernah menyerah. Dengan semangat dan tekad yang kuat, dia terus bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya pantas mengenakan seragam Merah Putih.
Di SEA Games 1997, Uston tidak hanya sekadar menjadi pelengkap di timnas. Dia bermain dengan penuh semangat dan memberikan kontribusi nyata bagi tim.
Kecepatan dan kelincahannya di lapangan membuatnya menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya. Gol yang dicetaknya ke gawang Filipina di ajang tersebut menjadi bukti bahwa Uston adalah salah satu pemain terbaik yang dimiliki Indonesia pada saat itu.
Cerita unik Uston Nawawi ketika moncer di Persebaya dan dipanggil timnas Indonesia SEA Games 1997 adalah salah satu contoh inspiratif tentang bagaimana kerja keras dan dedikasi dapat membuahkan hasil yang gemilang.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
