Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Agustus 2024 | 02.08 WIB

Cerita Unik Uston Nawawi Ketika Moncer di Persebaya Surabaya dan Dipanggil Timnas Indonesia di SEA Games 1997

Uston Nawawi kini jadi asisten pelatih Persebaya Surabaya bersama Paul Munster meraih kejayaan di Liga 1 Indonesia. (persebaya.id) - Image

Uston Nawawi kini jadi asisten pelatih Persebaya Surabaya bersama Paul Munster meraih kejayaan di Liga 1 Indonesia. (persebaya.id)

JawaPos.com — Penampilan apik Persebaya Surabaya di ajang Liga Kansas Indonesia membawa berkah besar bagi para pemainnya. Lima penggawa Persebaya dipanggil masuk timnas proyeksi SEA Games 1997 di Jakarta.

Mereka adalah Aji Santoso, Eri Irianto, Bejo Sugiantoro, Khairil Anwar, dan Uston Nawawi. Dari kelima pemain tersebut, hanya Uston yang belum pernah dipanggil timnas sebelumnya, membuat pemanggilannya menjadi kejutan tersendiri.

Bejo Sugiantoro dan Eri Irianto adalah pemain langganan timnas, sementara Aji Santoso bahkan sudah membela timnas pada SEA Games sebelumnya.

Khairil Anwar sempat dipanggil untuk seleksi timnas proyeksi SEA Games sebelumnya, meskipun gagal lolos. Namun, pemanggilan Uston Nawawi yang mencuri perhatian publik, karena sang pelatih Persebaya, Rusdy Bahalwan, mengaku tidak pernah mengusulkan nama mantan pemain tim Bareti yang sempat berguru ke Italia tersebut. Namun, PSSI tetap memanggil pemain kelahiran Sidoarjo itu.

Uston Nawawi adalah pemain yang memiliki talenta luar biasa. Ketika moncer di Persebaya Surabaya, performanya di lapangan begitu memukau. Kecepatan, ketangguhan, dan insting mencetak golnya menjadikannya aset berharga bagi tim.

Meskipun banyak yang meragukan kemampuannya pada awalnya, Uston membuktikan bahwa dirinya pantas mendapat panggilan memperkuat skuad Garuda.

Perjalanan karier Uston di Persebaya tidaklah mudah. Sebelum bergabung dengan Persebaya, Uston sempat bermain untuk tim PSSI Baretti yang menimba ilmu sepak bola di Italia.

Uston dengan cermat memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar dan meningkatkan kemampuannya di Italia, sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi seorang pemain muda.

Ketika kembali ke Indonesia, Uston bergabung dengan Persebaya dan segera menunjukkan potensinya. Di bawah asuhan Rusdy Bahalwan, Uston berkembang pesat dan menjadi salah satu pemain kunci di tim.

Keberhasilan Persebaya di Liga Kansas Indonesia tidak terlepas dari kontribusi besar Uston di lini depan. Gol demi gol yang dicetaknya membantu Persebaya meraih kemenangan demi kemenangan.

Namun, pemanggilan Uston ke timnas tidak sepenuhnya disambut dengan tangan terbuka. Banyak yang meragukan kemampuannya untuk bersaing di level internasional, mengingat pengalamannya yang terbatas di kancah nasional.

Kendati begitu, Uston tidak pernah menyerah. Dengan semangat dan tekad yang kuat, dia terus bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya pantas mengenakan seragam Merah Putih.

Di SEA Games 1997, Uston tidak hanya sekadar menjadi pelengkap di timnas. Dia bermain dengan penuh semangat dan memberikan kontribusi nyata bagi tim.

Kecepatan dan kelincahannya di lapangan membuatnya menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya. Gol yang dicetaknya ke gawang Filipina di ajang tersebut menjadi bukti bahwa Uston adalah salah satu pemain terbaik yang dimiliki Indonesia pada saat itu.

Cerita unik Uston Nawawi ketika moncer di Persebaya dan dipanggil timnas Indonesia SEA Games 1997 adalah salah satu contoh inspiratif tentang bagaimana kerja keras dan dedikasi dapat membuahkan hasil yang gemilang.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore