
Elkan Baggott bersama Ipswich Town yang tengah melakukan persiapan pramusim jelang tampil di Liga Premier musim depan.(Instagram/@elkanbaggott)
JawaPos.com — Elkan Baggott, bek tengah yang selama ini dikenal dengan kemampuan bertahannya yang solid, mendapat kejutan dari pelatih Ipswich Town, Kieran McKenna.
Dalam laga uji coba melawan juara Liga Ukraina 2023/2024, Shakhtar Donetsk, di Austria pada Sabtu, 20 Juli 2024 malam WIB, Baggott diturunkan di posisi yang tidak biasa, yakni sebagai full-back kiri. Keputusan ini ternyata membawa hasil positif dan membuka peluang baru bagi Elkan Baggott untuk kembali dipanggil ke Timnas Indonesia oleh pelatih Shin Tae-yong.
Pada menit ke-60, Kieran McKenna memutuskan untuk memasukkan Elkan Baggott. Namun, alih-alih ditempatkan di posisi bek tengah yang biasa dia tempati, Baggott dipasang sebagai full-back kiri. Keputusan ini di luar dugaan banyak pihak, mengingat posisi full-back kiri bukanlah posisi natural bagi bek bertinggi badan 196 sentimeter ini.
Meski demikian, Elkan Baggott menunjukkan performa yang apik dan berhasil mematikan pergerakan winger kanan Shakhtar Donetsk, Maryan Shved.
Selama pertandingan, Elkan Baggott tidak hanya menunjukkan kemampuannya dalam bertahan, tetapi juga menampilkan kemampuan menyerang yang jarang terlihat sebelumnya. Dalam satu momen, Baggott melakukan sprint kencang, menampilkan kecepatan yang sebelumnya tidak pernah ditunjukkan oleh eks pemain Bristol Rovers tersebut.
Saat melakukan overlapping, Elkan Baggott bahkan berhasil menusuk ke kotak penalti lawan dan melepaskan umpan silang. Meski umpan silangnya dapat diamankan oleh pemain belakang Shakhtar Donetsk, bola hampir masuk ke gawang karena menyentuh jaring gawang bagian samping.
Penampilan apik Elkan Baggott sebagai full-back kiri membuka peluang besar baginya untuk tampil di Liga Premier 2024/2025 bersama Ipswich Town. Pasalnya, pesaing Baggott di posisi full-back kiri hanya dua orang, yakni Leif Davis dan Corrie Ndaba. Hal ini berbeda dengan persaingan di posisi bek tengah yang diisi oleh lima bek tengah tangguh seperti Jacob Greaves, Axel Tuanzebe, Luke Woolfenden, Cameron Burgess, dan George Edmundson.
Dengan penampilan yang impresif di posisi barunya, peluang Elkan Baggott untuk merumput di Liga Premier sebelum jeda internasional pada September 2024 semakin besar. Jeda internasional ini juga menandai dimulainya babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di mana Timnas Indonesia akan kembali berjuang untuk lolos ke Piala Dunia.
Jika Baggott berhasil menjalani debut di Liga Premier dalam waktu dekat, maka tidak ada alasan bagi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk tidak memanggil bek jangkung tersebut.
Sejak membela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 pada Februari 2024, Elkan Baggott belum lagi memperkuat skuad Garuda. Kepulangan Baggott ke Timnas Indonesia tentu akan menjadi tambahan kekuatan yang signifikan, terutama mengingat performanya yang semakin matang dan fleksibilitas posisinya yang kini bisa bermain sebagai full-back kiri. Shin Tae-yong tentu membutuhkan pemain-pemain yang memiliki pengalaman bermain di liga-liga top Eropa untuk memperkuat timnas dalam menghadapi lawan-lawan berat di kualifikasi Piala Dunia.
Elkan Baggott sendiri merupakan salah satu pemain muda berbakat yang dimiliki oleh Indonesia. Lahir di Bangkok, Thailand, Baggott memiliki darah Indonesia dari ibunya. Dia memulai karier sepak bolanya di Inggris dan berhasil menembus tim utama Ipswich Town.
Dengan tinggi badan yang menjulang dan kemampuan bertahan yang solid, Baggott dianggap sebagai salah satu bek masa depan Timnas Indonesia. Kini, dengan kemampuannya bermain sebagai full-back kiri, dia menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya seorang bek tengah yang tangguh, tetapi juga pemain serba bisa yang dapat diandalkan di berbagai posisi.
Penampilan Baggott sebagai full-back kiri tidak hanya mengundang perhatian pelatih dan manajemen Ipswich Town, tetapi juga menarik perhatian para penggemar sepak bola Indonesia. Mereka berharap Baggott dapat segera kembali memperkuat Timnas Indonesia dan membantu tim meraih prestasi di kualifikasi Piala Dunia.
Dengan kombinasi antara pengalaman bermain di Eropa dan semangat juang yang tinggi, Baggott diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi skuad Garuda.
Di sisi lain, keputusan Kieran McKenna untuk mencoba Baggott di posisi full-back kiri menunjukkan bahwa pelatih Ipswich Town memiliki visi yang tajam dalam melihat potensi pemainnya. McKenna tampaknya melihat bahwa Baggott memiliki kecepatan dan kemampuan menyerang yang bisa dimanfaatkan di posisi full-back. Keputusan ini terbukti tepat, mengingat performa apik Baggott dalam laga uji coba melawan Shakhtar Donetsk.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
