
DITEBUS: Kontrak Ernando Ari Sutaryadi pernah ditebus Persebaya Surabaya seharga Rp100 juta oleh Persebaya Surabaya di awal kariernya membela Green Force. (Instagram Ernando Ari)
JawaPos.com — Terungkap fakta menarik mengenai perjalanan karier Ernando Ari, penjaga gawang andalan Persebaya Surabaya, yang ternyata pernah ditebus dengan nominal fantastis sebesar Rp100 juta oleh Green Force. Dana sebesar itu dikeluarkan Persebaya untuk mendapatkan jasa Ernando, mengalahkan penawaran dari Persib Bandung dan Borneo FC.
Ernando Ari, yang lahir di Semarang, telah menjadi penjaga gawang andalan Persebaya Surabaya dalam beberapa musim terakhir. Namun, perjalanan kariernya untuk bisa bergabung dengan tim asal Surabaya ini tidaklah mudah. Pada 2018, Nando, panggilan akrab Ernando, awalnya menawarkan diri kepada PSIS Semarang, klub asal daerahnya.
Penjaga gawang muda ini mengungkapkan, "Aku menawarkan ke PSIS dulu." Namun, tawaran Ernando tidak disambut positif oleh PSIS Semarang karena mereka tidak membutuhkan pemain di posisi penjaga gawang saat itu. PSIS Semarang justru sedang mencari seorang striker, sehingga Ernando harus mencari opsi lain untuk melanjutkan karier sepak bolanya.
"Dari situ, aku kan udah menawarkan diri. Jadi, anak daerah kan pasti membela daerah lah," lanjut Ernando. Menghadapi kenyataan tersebut, Ernando akhirnya mendapatkan sejumlah tawaran dari klub-klub besar lainnya. "Awalnya banyak yang mau nawarin, sampek bayar aku dari PPLP (Jateng)," ujarnya.
Ernando menjelaskan bahwa bayaran yang dimaksud adalah ganti rugi selama membela PPLP Jateng dengan nominal yang tidak main-main. "Itu sebesar Rp100 juta," ungkapnya.
Ada setidaknya tiga tim besar yang memberikan penawaran kepada Ernando saat itu. "Di situ, ada Borneo terus Persib Bandung yang pelatihnya saat itu (Luis Milla), yang tentu aku mau. Sama Persebaya," tambahnya.
Menghadapi tiga tawaran besar tersebut, Ernando akhirnya memilih untuk bergabung dengan Persebaya Surabaya. Keputusan ini diambil setelah melihat keseriusan dari pihak Persebaya. "Di antara (tiga klub) ini, yang paling serius itu Surabaya. Sampai mereka datang ke rumah, datang ke PPLP bayar Rp100 juta itu," jelas Ernando.
Nominal Rp100 juta tentu dianggap fantastis, mengingat Ernando saat itu belum menjadi siapa-siapa. Dia hanya merupakan penjaga gawang muda potensial yang menjadi rebutan tim-tim besar. Namun, keputusan Ernando untuk bergabung dengan Persebaya ternyata menjadi pilihan yang tepat.
Ernando langsung membuktikan kualitasnya dengan membawa Persebaya menjadi jawara EPA Liga 1 U-20 pada 2019. Penampilan cemerlangnya tersebut membuat Ernando langsung dipercaya untuk promosi ke tim utama. Tidak hanya promosi, Nando juga mendapatkan posisi penjaga gawang utama di skuad Green Force.
Dalam tiga musim bersama Persebaya, Ernando telah mencatatkan total 54 pertandingan. Kariernya semakin bersinar dengan posisinya di Timnas Indonesia. Penjaga gawang yang memiliki tinggi 1,8 meter ini kini menjadi andalan Pelatih Shin Tae-yong, baik di tim senior maupun kelompok umur.
Terbaru, Ernando berhasil menjadi bagian penting saat Timnas Indonesia lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Keberhasilannya bersama Timnas Indonesia menunjukkan bahwa keputusan Ernando untuk bergabung dengan Persebaya merupakan langkah yang tepat dalam karier sepak bolanya.
Kisah Ernando ini menjadi contoh nyata bagaimana ketekunan dan keberanian dalam mengambil keputusan besar dapat membawa hasil yang luar biasa. Penjaga gawang muda yang sempat ditolak oleh klub asal daerahnya kini menjadi salah satu pilar penting bagi Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia.
Dengan perjalanan karier yang inspiratif, Ernando Ari telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan determinasi, mimpi besar dapat dicapai. Kini, dia terus berjuang dan berkontribusi bagi klub serta negaranya, menjadi salah satu penjaga gawang terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
