Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Juni 2024, 22.18 WIB

Daftar 5 Pemain Timnas Indonesia yang Jadi Mualaf, Wak Haji Ragnar Oratmangoen Jadi yang Terbaru

Ragnar Oeratmangoen, salah seorang pemain timnas Indonesia yang menjadi mualaf - Image

Ragnar Oeratmangoen, salah seorang pemain timnas Indonesia yang menjadi mualaf

 

JawaPos.com — Menjadi seorang mualaf merupakan keputusan besar dalam hidup seseorang, termasuk bagi para pesepak bola. Di Timnas Indonesia, terdapat beberapa pemain yang mantap memeluk agama Islam, baik pemain lokal maupun naturalisasi. Keputusan untuk berpindah keyakinan tentu saja memiliki alasan dan latar belakang masing-masing. Para pemain ini mempelajari agama Islam lebih dalam, sehingga mereka bisa mengenalnya lebih jauh dan mendalaminya dengan baik. Lantas, siapa saja lima pemain Timnas Indonesia yang memutuskan menjadi mualaf? Simak ulasan berikut ini.

Ragnar Oratmangoen, pemain sepak bola naturalisasi Indonesia, adalah mualaf yang memeluk agama Islam pada usia 15 tahun. Keputusan besar ini diambilnya setelah melalui proses pencarian makna hidup dan bimbingan dari teman-temannya. Kisah Ragnar sebagai mualaf terungkap saat ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada pekan lalu. Kepada awak media, Ragnar menceritakan pengalamannya menemukan Islam dan alasan yang membuatnya mantap memeluk agama tersebut.

"Saya tidak lahir dan dibesarkan sebagai Muslim. Saya dibesarkan sebagai orang Kristen. Tetapi, seiring dengan kedewasaan saya, saya menemukan jalan saya menuju Islam," ungkap Ragnar. Kisahnya menggambarkan perjalanan spiritual yang mendalam dan penuh makna, yang akhirnya membawanya pada keputusan untuk memeluk Islam.


2. Cristian Gonzales

Cristian Gonzales, pemain asal Uruguay, memeluk agama Islam pada tahun 2003 setelah menikah dengan Eva Nurida Siregar, seorang wanita Indonesia. Ia kemudian mengubah namanya menjadi Mustafa Habibi. Gonzales memutuskan untuk memeluk Islam setelah terinspirasi oleh kesalehan sang istri dan keindahan ajaran Islam. Sejak saat itu, ia menjadi Muslim yang taat dan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Mempelajari Islam tidak hanya membawa perubahan spiritual bagi Gonzales, tetapi juga membantunya beradaptasi dengan budaya Indonesia. Hal ini menjadikannya salah satu pemain asing tersukses dalam sejarah sepak bola Indonesia dengan meraih banyak gelar dan penghargaan bersama klub-klub seperti PSM Makassar, Persib Bandung, dan Arema FC.


3. Markus Horison

Markus Horison, eks kiper Timnas Indonesia, memeluk agama Islam pada tahun 2004. Ia kemudian mengubah namanya menjadi Muhammad Haris Maulana. Keputusan Markus Horison untuk memeluk Islam didasari oleh ketertarikannya terhadap agama tersebut sejak lama. Ia mantap memeluk Islam setelah mendapatkan hidayah dan merasa menemukan kedamaian dalam ajaran agama ini. Markus dikenal sebagai salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, dan perjalanan spiritualnya menjadi inspirasi bagi banyak orang.


4. Diego Michiels

Diego Michiels, mantan bek naturalisasi Timnas Indonesia, menjadi mualaf pada tahun 2013. Ketertarikannya terhadap Islam sudah ada sejak ia masih tinggal di Belanda. Diego dibesarkan di lingkungan yang mayoritas Muslim di Deventer, Belanda. Di sana, ia memiliki teman-teman dekat yang beragama Islam sehingga dirinya familiar dengan praktik dan kepercayaan Islam.

Suatu ketika, Diego tertarik dengan ajaran dan nilai-nilai Islam, yang memicu rasa ingin tahunya untuk mendalaminya lebih lanjut. Keputusan Diego untuk menjadi mualaf menunjukkan bagaimana interaksi sosial dan lingkungan dapat mempengaruhi keyakinan seseorang.


5. Esteban Vizcarra

Esteban Vizcarra adalah pemain sepak bola naturalisasi Indonesia yang memiliki perjalanan menarik dalam hal agama dan kewarganegaraan. Lahir dan dibesarkan di Argentina, Vizcarra memeluk agama Islam pada tahun 2012. Keputusan ini menjadikannya mualaf dan membuka jalan baginya untuk lebih mengenal budaya dan tradisi Indonesia.

Enam tahun setelah menjadi mualaf, tepatnya pada tahun 2018, Vizcarra resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Hal ini menandakan komitmennya terhadap Indonesia dan keinginannya untuk terus berkontribusi bagi sepak bola nasional. Keputusan Vizcarra untuk memeluk Islam menunjukkan betapa kuatnya pengaruh budaya dan lingkungan terhadap identitas seseorang.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore