Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Mei 2024 | 22.27 WIB

PSSI Dituduh Cari Untung, Arya Sinulingga Klarifikasi Naiknya Harga Tiket Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menyatakan, FIFA telah mengirimkan surat dari FIFA dengan referensi FDD-23338 tentang pasal 15 diskriminasi. (Instagram Arya Sinulingga) - Image

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menyatakan, FIFA telah mengirimkan surat dari FIFA dengan referensi FDD-23338 tentang pasal 15 diskriminasi. (Instagram Arya Sinulingga)

JawaPos.com — Polemik mengenai kenaikan harga tiket pertandingan Timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 semakin memanas. Banyak pihak menuding PSSI hanya mencari keuntungan semata dari antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan perjuangan Garuda.

Namun, tudingan tersebut langsung dibantah oleh Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif PSSI, melalui sebuah klarifikasi yang dibagikan di akun Instagram @bolajatim.

Dalam video yang beredar, Arya Sinulingga menjelaskan bahwa keputusan menaikkan harga tiket bukanlah untuk mencari keuntungan pribadi atau organisasi, melainkan sebagai upaya untuk mendukung kebutuhan finansial yang semakin besar seiring dengan semakin kuatnya Timnas Indonesia.

Dia memaparkan secara rinci alasan di balik kebijakan tersebut, memberikan gambaran tentang tantangan finansial yang dihadapi oleh PSSI dalam mendanai kegiatan tim nasional.

"Ini memang berat banget. Bagi kita PSSI untuk membuat harga seperti sekarang ini kenapa? Karena memang kalau tim nasional makin kuat, itu butuh pendanaan makin besar," jelas Arya Sinulingga.

Arya mencontohkan perjalanan Timnas U-23 yang baru-baru ini berhasil melaju hingga perempat final Piala Asia U-23, yang memerlukan pendanaan tambahan untuk akomodasi, transportasi, dan kebutuhan lainnya.

Arya menekankan bahwa setiap kali timnas mencapai babak lanjut dalam sebuah turnamen, biaya yang dikeluarkan pun meningkat. "Contohnya kemarin kita (Piala Asia U-23), kalau kemarin kita hanya sampai fase grup, nggak lolos putaran kedua atau putaran selanjutnya (8 besar) di Piala Asia U-23, maka (pendanaan) kita di sana," tambahnya.

Namun, karena timnas berhasil melaju ke babak-babak selanjutnya, kebutuhan pendanaan pun meningkat secara signifikan.

Arya juga menyoroti bahwa keberhasilan timnas dalam mencapai peringkat yang lebih tinggi di turnamen internasional membawa konsekuensi finansial yang besar. Misalnya, ketika timnas harus bersaing dalam perebutan peringkat 3-4, tambahan biaya akomodasi, transportasi, dan persiapan lainnya menjadi tak terelakkan. "Lolos Piala Asia 8 besar, itu kan butuh pendanaan lah gitu. Mereka, semuanya (pemain dan ofisial tim nasional). Habis itu masuk semifinal lagi. Nambah lagi menginapnya dan sebagai akomodasi, hotelnya. Habis itu kita harus lagi ikut dalam perebutan (peringkat) 3-4 tambah lagi pendanaannya," paparnya.

Selain itu, Arya juga menyebutkan bahwa perjuangan Timnas Indonesia untuk mencapai Olimpiade menambah beban finansial yang harus ditanggung oleh PSSI. "Dan, ternyata karena kita mengejar Olimpiade ketika kita kalah kemarin. Kita mau lagi playoff, itu ke Paris butuh lagi pendanaan kayak pesawat, kemudian akomodasi dan sebagainya," ungkapnya.

Biaya untuk perjalanan dari Paris kembali ke Indonesia dan persiapan lainnya menjadi beban yang harus dipikul oleh PSSI.

Tidak hanya itu, Arya juga mengingatkan bahwa kualifikasi Piala Dunia 2026 merupakan tantangan besar bagi Timnas Indonesia, di mana tim diharapkan bisa mencapai putaran ketiga. "Di putaran ketiga, itu kita sudah ada 10 kali pertandingan yang akan kita lakukan. Dan, itu butuh pendanaan lagi. Tim lagi semua, penginapan lagi, akomodasi lagi, dan kita away, naik pesawat lagi, dan sebagainya," jelas Arya.

Menurut Arya, semakin kuatnya Timnas Indonesia secara langsung berdampak pada meningkatnya kebutuhan pendanaan. "Jadi, memang timnas semakin kuat, pendanaan semakin kuat. Maka, dibutuhkanlah dana yang banyak. Jadi, nggak ada kita cari untung. Ini semua untuk membiayai timnas. salah satunya ya, ada memang hasil, itu pun nggak cukup. Maka, salah satunya dari tiket juga walaupun tiket jika dibandingkan dengan yang lain masih kecil juga," tambahnya.

Arya pun meminta maaf kepada para suporter atas kenaikan harga tiket tersebut, dengan harapan mereka bisa memahami situasi yang dihadapi PSSI. "Nah, konsekuensinya kita timnas kita makin kuat, maka butuh dana semakin besar. Jadi, minta maaf banget ini terjadi, kita hanya lakukan untuk supaya timnas kita bisa bertanding tanpa memikirkan uang. Tapi, mereka tahu hanya bertanding. Sekali lagi minta maaf," tutupnya.

Klarifikasi dari Arya ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai alasan di balik kenaikan harga tiket. PSSI sendiri mengharapkan dukungan penuh dari para suporter dalam perjuangan Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026, dengan harapan besar bahwa tim ini bisa mencapai prestasi yang lebih tinggi di kancah internasional.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore