
SIAP BENTROK: Jika Timnas Indonesia U-23 berhasil juara Piala Asia U-23, maka mereka akan bertemu Israel dalam satu grup di Olimpiade 2024 Paris. (PSSI)
JawaPos.com — Kegembiraan para pencinta sepak bola Tanah Air saat menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia di Piala Asia U-23 terhalang oleh fakta mengejutkan: biaya hak siar nobar yang terbilang tinggi.
Pemkot Solo, salah satu yang aktif menggelar nobar, terpaksa merogoh kocek dalam-dalam untuk setiap acara nobar yang mereka selenggarakan. Hal ini menjadi sorotan tajam, bahkan memicu kekecewaan dari netizen yang merasa terbatasi dalam mendukung timnas di ajang Piala Asia U-23 tersebut.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengungkapkan bahwa setiap penyelenggaraan nobar Timnas Indonesia di kota tersebut membutuhkan dana yang cukup besar, berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta, hanya untuk membayar hak siar.
Gibran menegaskan bahwa biaya ini tidak bisa diabaikan, mengingat pentingnya hak siar bagi keberlangsungan acara nobar tersebut. Meskipun demikian, Gibran juga mengutarakan harapannya akan adanya pemahaman dari masyarakat atas kondisi tersebut, bahwa tidak setiap saat Pemkot Solo dapat menggelar nobar dengan biaya yang cukup besar.
"Bayar no, mosok ra bayar. Kemarin itu malah ditalangi sik sama bu kadispora. Nek ora salah Rp15-20 juta hak siar'e," beber Gibran, Kamis (12/10) dikutip dari Radar Solo.
"Bayar ya, mangsane ora bayar, itu bayar ya. Makane uwong-uwong dho omong, 'mas nobar-nobar', itu bayar. Anggarannya kadang-kadang dibantu Bank Jateng dan bank-bank lainnya, sama BNI," papar Gibran.
Namun, hal ini menimbulkan reaksi beragam dari netizen. Banyak yang menyatakan kekecewaan dan ketidakpuasan atas larangan nobar yang diberlakukan dalam beberapa kesempatan.
Mereka merasa terbatasi dalam mendukung Timnas Indonesia karena biaya yang harus dikeluarkan dan ancaman pidana oleh pihak pemegang hak siar dalam hal ini adalah MNC Group. Bahkan, beberapa netizen mengungkapkan kekecewaan mereka melalui media sosial, menyoroti masalah ini dan menuntut adanya solusi yang lebih baik.
Pada sisi lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo, Rini Kusumandari, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung penyelenggaraan nobar Timnas Indonesia.
Kerja sama tersebut meliputi upaya agar biaya penyiaran dapat diminimalisir atau bahkan gratis, melalui dukungan dari pihak-pihak seperti CSR (Corporate Social Responsibility).
Meskipun demikian, upaya ini tampaknya belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan, sehingga masih dibutuhkan keterlibatan lebih banyak pihak untuk menyelesaikan masalah ini. “Ada yang bayar CSR. Intinya kan ada yang kami cari kerja sama supaya free ada yang bayar CSR," kata, Rini.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar tentang aksesibilitas masyarakat terhadap nobar Timnas Indonesia di berbagai daerah. Sebagian besar netizen merasa bahwa larangan nobar dan biaya yang tinggi untuk hak siar menjadi hambatan nyata bagi mereka untuk mendukung timnas dengan semangat penuh. Terlebih lagi, nobar merupakan salah satu cara untuk mempererat solidaritas dan dukungan bagi timnas, sehingga adanya kendala seperti ini tentu sangat disesalkan.
Dalam menghadapi dilema ini, penting bagi pihak terkait untuk mencari solusi yang lebih inklusif dan terjangkau bagi masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun swasta, serta upaya untuk meminimalisir biaya nobar harus menjadi prioritas.
Hanya dengan langkah-langkah konkret seperti ini, kita dapat memastikan bahwa semangat dukungan bagi Timnas Indonesia tetap berkobar di hati setiap individu, tanpa terkekang oleh kendala-kendala yang bisa merugikan berbagai pihak.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
