
JADI INCARAN?: David da Silva tengah kencang dikabarkan ada masalah dengan manajemen mereka. Kondisi ini bisa jadi opsi menarik striker Persebaya Surabaya musim depan. (Instagram David da SIlva)
JawaPos.com - Penyerang asing Persib Bandung David da Silva pernah mengalami paceklik gol. Gagal membobol gawang lawan dalam empat pertandingan beruntun.
Namun, sejak periode negatif itu berakhir pada laga kontra Barito Putera (23/2), penyerang asal Brasil tersebut selalu mencetak gol dalam lima pertandingan berikutnya. Saat ini eks penyerang Persebaya Surabaya itu menjadi top scorer sementara Liga 1 dengan 21 gol.
Produktivitas striker yang pernah mendapat panggilan Cak Gundul saat memperkuat Persebaya itu yang kini justru diwanti-wanti mantan timnya. Paul Munster, pelatih Persebaya, menilai Da Silva sebagai predator mematikan di kotak penalti lawan.
Karena itu, penjagaan terhadap mantan penyerang Terengganu FC tersebut harus diperketat saat Persebaya dijamu Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, sore ini pukul 15.00 WIB. ”Semua tahu David da Silva di Liga 1. Dia selalu mencetak gol,” ujar Munster dalam sesi konferensi pers jelang laga Persib kontra Persebaya di Stadion Si Jalak Harupat kemarin (19/4) sore.
Persebaya sangat membutuhkan kemenangan. Sebab, persaingan tim-tim papan bawah untuk menghindari jerat degradasi sangat ketat. Persebaya yang saat ini berada di urutan ke-12 klasemen sementara dengan perolehan 39 poin juga masih belum aman dari kejaran tim-tim di bawahnya. ”Liga 1 memang benar-benar tidak bisa diprediksi,” tutur mantan pelatih tim nasional Vanuatu tersebut.
Karena itu, Munster menargetkan kemenangan sebagai harga mati. Meski tim asuhannya datang ke Bandung tanpa kekuatan terbaik. Bruno Moreira absen karena terkena akumulasi kartu kuning. Ripal Wahyudi terkena hukuman kartu merah. Lalu, M. Hidayat sedang kurang fit.
Dalam situasi seperti itu, Robson Duarte bisa menjadi motor serangan Persebaya. Pemain berpaspor Brasil tersebut telah membantu Persebaya lewat dua assist dalam 12 laga.
Dari kubu tuan rumah, Bojan Hodak, pelatih Persib, meminta para pemainnya pantang meremehkan Green Force. Menurut Bojan, Liga 1 sangat sulit diprediksi. ”Karena itu, terkait absennya beberapa pilar Persebaya, saya sama sekali tidak melihatnya sebagai keuntungan,” ungkap mantan pelatih Johor Darul Ta’zim (JDT) tersebut. (fiq/c9/ttg)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
