
LEGENDA: Freddy Muli jadi legenda sepak bola Indonesia yang pernah menukangi Persebaya Surabaya. (DOK HWFC)
JawaPos.com — Freddy Muli, seorang bek tengah yang pernah mewarnai pentas Liga Sepak Bola Utama (Galatama) pada era 1980-an, mempersembahkan banyak prestasi bagi klub-klub yang dibelanya.
Lahir di Palopo pada 28 Februari 1964, Freddy Muli telah menorehkan namanya sebagai pemain kelas atas yang berhasil meraih gelar juara bersama Niac Mitra pada musim 1987/1988.
Prestasi terbesarnya datang saat Freddy Muli membela Gelora Dewata, di mana dia membantu tim tersebut meraih gelar Piala Galatama pada 1993. Kemenangan penting ini dicapai setelah mengalahkan Mitra Surabaya dengan skor 1-0 di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari pada 25 Oktober 1993.
Dalam pertandingan tersebut, Freddy Muli berhasil mematikan pergerakan bomber maut Mitra, Mustaqim, menunjukkan kemampuan dan dedikasinya yang luar biasa sebagai seorang pemain.
"Saya memang sangat termotivasi untuk unjuk kemampuan pada laga itu. Saya ingin buktikan Freddy belum habis," kenang Freddy Muli pada kanal youtube Omah Balbalan.
Namun, kesuksesan tidak selalu menyertai Freddy Muli sepanjang kariernya. Meskipun berhasil membawa Gelora Dewata menembus final Galatama pada musim yang sama, tim tersebut akhirnya kalah dengan skor tipis 0-1 dari Pelita Jaya.
Meskipun begitu, dua pencapaian ini tetap menjadi prestasi tertinggi bagi Gelora Dewata, mencerminkan kontribusi besar Freddy Muli sebagai bagian dari tim.
Setelah musim tersebut, Freddy Muli melanjutkan kariernya dengan bermain di kasta tertinggi, yang kemudian diwakili oleh Deltras Sidoarjo. Namun, meskipun telah mencicipi atmosfer Liga Indonesia edisi perdana, Freddy Muli akhirnya memutuskan untuk berkarier sebagai pelatih, menandai akhir dari masa bermainnya sebagai pemain profesional.
"Di musim kedua, saya berproses menjadi pelatih dengan menjadi asisten Solekan (pelatih Gelora Dewata) meski sesekali tampil juga di lapangan," terang Freddy Muli.
Perjalanan panjang Freddy Muli dalam dunia sepak bola dimulai ketika dia terpilih masuk Diklat Ragunan angkatan pertama pada 1979. Di sana, dia berguru bersama dengan pemain-pemain berbakat lainnya, seperti Yusuf Bachtiar, legenda Persib Bandung.
Setelah mengikuti berbagai turnamen di luar negeri bersama tim PSSI Junior, Freddy Muli kemudian bergabung dengan PSSI Pratama, menandai langkah awalnya dalam sepak bola profesional.
"Saya tetap bersekolah. Habis latihan pagi di Lapangan Pluit saya bergegas menuju Ragunan. Pulang sekolah kembali ke Pluit,"ungkap Freddy Muli.
Perjalanan Freddy Muli tidak selalu mulus, dia pernah mendapat tawaran menjadi karyawan di Krakatau Steel, namun akhirnya memutuskan untuk fokus pada karier sepak bolanya. Bergabung dengan klub-klub seperti Perkesa 78 dan kemudian Niac Mitra membantu Freddy Muli menemukan tempatnya dalam dunia sepak bola, di mana dia dapat menunjukkan kemampuan dan dedikasinya yang luar biasa.
"Awalnya saya sempat berpikir keras, karena saya sudah berstatus karyawan. Tapi, saya kemudian memantapkan diri ke Perkesa setelah ditelpon oleh Bang Iswadi Idris yang menjadi pelatih Perkesa 78 saat itu," ungkap Freddy Muli.
Setelah bermain untuk Perkesa 78, Freddy akhirnya bergabung dengan Niac Mitra pada musim 1987/1988 dan segera mengamankan gelar. Dia juga turut memperkuat Niac Mitra pada musim berikutnya, namun di pertengahan musim, Freddy pindah ke Petrokimia Putera dengan biaya transfer sebesar Rp15 juta.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
