TETAP DIKENANG: Basuki memiliki memori manisnya tersendiri bersama Persebaya Surabaya di kancah sepak bola Indonesia.
JawaPos.com — Keberhasilan dalam karier sepak bola tak selalu diukur dari seberapa jauh seorang pemain bisa mencapai tingkat profesionalisme tertinggi. Kadang, cerita sukses juga terletak pada perjalanan seseorang di tingkat junior, di lapangan-lapangan yang menjadi tempat mimpinya tumbuh. Salah satu sosok yang meraih sorotan dalam deretan tersebut adalah Basuki, yang dikenal dengan julukan "Si Kancil".
Pada awal 2000-an, Basuki mulai mengukir namanya di jagat sepak bola Indonesia. Bakatnya yang lincah dan kecakapannya sebagai striker mungil memukau banyak orang. Ia menjadi salah satu penggerak utama di Persebaya Surabaya Junior, membawa tim tersebut meraih prestasi gemilang dengan meraih trofi juara Piala Soeratin pada tahun 2001. Prestasi ini bukan hanya membawa kebanggaan bagi timnya, tetapi juga mengangkat nama Basuki ke panggung nasional.
Tidak puas hanya menjadi bagian dari tim juara, Basuki juga berhasil meraih gelar pemain terbaik dalam ajang tersebut. Keberhasilannya ini bukan hanya menjadi puncak kebanggaan pribadi, tetapi juga memperkuat reputasinya di mata pencinta sepak bola Tanah Air.
Tidak butuh waktu lama bagi Basuki untuk menarik perhatian pelatih-pelatih senior. Pada tahun 2002, namanya masuk dalam skuad tim nasional Indonesia U-21 yang berlaga dalam Turnamen Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam.
Bersama rekan-rekannya, Basuki berhasil mengangkat trofi juara setelah mengalahkan Thailand dengan skor 2-0 di Hassanal Bolkiah National Stadium pada 26 Agustus 2002. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam karier muda Basuki.
Setelah sukses bersama timnas junior, Basuki kemudian dipromosikan ke tim senior Persebaya Surabaya yang berkompetisi di Divisi Satu Liga Indonesia pada tahun 2003. Merasa bangga dan bahagia bisa menjadi bagian dari Persebaya pada usia yang masih sangat muda, Basuki menceritakan kembali kenangannya dengan penuh kehangatan.
"Senang dan bangga bisa jadi bagian Persebaya saat usia saya masih 18 tahun," kenang Basuki dalam kanal Youtube Omah Balbalan.
Namun, keputusan yang mengejutkan datang ketika Basuki memilih untuk hengkang ke Petrokimia Putera, meskipun Persebaya berhasil meraih trofi juara dan promosi ke Divisi Utama. Alasannya sederhana, Basuki ingin mendapatkan lebih banyak menit bermain untuk mengasah bakatnya yang berkilau di lapangan hijau.
Setelah meninggalkan Persebaya, perjalanan karier Basuki tidak selalu mulus. Meskipun memiliki potensi yang besar, dia kesulitan untuk menemukan stabilitas dan kesempatan bermain yang cukup di klub-klub selanjutnya seperti Petrokimia Putera, Deltras Sidoarjo, Persis Solo, dan Persida Sidoarjo. Namun, semangatnya tidak pernah padam meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Dalam memori penggemar Persebaya, Basuki identik dengan nomor punggung 11. Nomor yang sebelumnya diidentikan dengan Hanafing, seorang legenda Persebaya, kini menjadi bagian dari identitas Basuki. Selain itu, dia juga melekat dengan julukan "Si Kancil" yang disematkan oleh pembina dan MC pertandingan Persebaya, mendiang Supangat. Nama Basuki tak pernah terlepas dari julukan yang menggemaskan ini, mencerminkan ketangkasannya di lapangan.
"Coach Hanafing bilang, saya harus meminta restu dulu ke dia kalau ingin mencetak gol. Karena selama ini, nomor 11 identik dengan dirinya," ungkap Basuki.
"Setiap nama saya disebut, almarhum selalu mengikutkan julukan si kancil," terang Basuki.
Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Basuki tidak berhenti berkontribusi dalam dunia sepak bola. Dia beralih profesi menjadi pelatih, membimbing generasi muda untuk mengejar impian mereka di lapangan hijau.
Salah satu prestasi terbarunya adalah menjadi bagian dari staf pelatih Gresik United, yang sukses meraih tiket promosi ke Liga 2 musim depan. Dedikasinya terhadap sepak bola tidak pernah pudar, meskipun dalam peran yang berbeda.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
